Dituding Andi Arif Pakai Ilmu Sirep, Begini Reaksi Sekjen PDIP
Dia menyebutkan ada pihak-pihak yang ingin menurunkan elektabilitas PDIP yang terus naik menjelang Pemilu 2019. "Agar diingat komentar Andi Arif itu mendapat reaksi keras dari jajaran PDIP hingga ke ranting dan mereka protes keras,” tandasnya.
Hasto juga mengkritik pihak-pihak yang menyebutkan Pemilu 2019 akan dimenangkan secara curang. "Pihak yang menghembuskan isu ini sudah tahu bahwa Jokowi-KH Ma'ruf akan menang, makanya mencari-cari alasan supaya tidak dibilang kalah," katanya.
Hasto kembali mengutuk keras berbagai provokasi yang mengganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye parpol lain. “PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut Partai Demokrat. Secara survei, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun larinya ke Gerindra," katanya.
Selaku sekjen, Hasto menjalankan perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjaga disiplin anggota dan kader partai. "Ketika kantor PDI Perjuangan diserang pada tanggal 27 Juli 1996, kami tidak latah menuduh Pak SBY. Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Hasto meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas. “Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika Bus Kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman saja," tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki