Tuntut Keadilan, Perempuan Korban Pengeroyokan Menangis Histeris di Polres Simalungun
SIMALUNGUN, iNews.id - Seorang perempuan bernama Nurieni Saragih (56) menangis histeris dan mohon keadilan di Markas Kepolisian Resor Simalungun. Ibu rumah tangga ini kecewa lantaran enam terduga preman yang menganiaya serta merusak rumahnya tidak ditahan polisi.
Nurieni Saragih (56) warga Desa Silandoyung Nagori Silau Paribuan, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) menangis histeris di depan pintu masuk Satreskrim Polres Simalungun. Seorang penyidik Satreskrim Polres Simalungun Briptu Cou Sinaga coba menenangkannya.
Perempuan ini tetap menangis dan bermohon sambil menyembah Briptu Cou Sinaga agar para pelaku yang menganiaya serta merusak rumahnya segera ditangkap dan dilakukan penahanan.
“Tolonglah pak polisi, para pelaku yang menganiaya saya serta merusak rumah saya segera ditangkap. Saya setiap hari diteror pak, takut dibunuh sama mereka (pelaku),” kata Nureni kepada Briptu Cou Sinaga, Kamis (24/6/2021).
Nurieni menjelaskan kepada penyidik Briptu Cou Sinaga, kasus yang menimpanya sudah berlangsung enam bulan, tepatnya dilaporkan pada 29 Desember 2021.