Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
Advertisement . Scroll to see content

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09:00 WIB
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
Nilam Sari mengembangkan usaha BRILink Agen hingga memiliki 15 gerai di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id – Berawal dari toko besi dan pangkalan elpiji 3 kilogram, Nilam Sari kini mengelola 15 gerai BRILink Agen di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara. Gerai-gerai tersebut melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk pencairan dana bantuan sosial, dengan jumlah transaksi yang dapat mencapai ratusan kali dalam sehari.

Perjalanan Nilam sebagai BRILink Agen dimulai pada 2014. Saat itu, dia menyediakan layanan pembayaran listrik, pembelian pulsa, dan pembayaran cicilan bagi pelanggan toko besi dan pangkalan elpiji miliknya. 

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, jumlah transaksi yang dilayaninya terus bertambah hingga mencapai ribuan transaksi per bulan. Perkembangan ini turut meningkatkan perputaran modal usahanya berkali-kali lipat.

Nilam Sari mengembangkan usaha BRILink Agen hingga memiliki 15 gerai di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa).
Nilam Sari mengembangkan usaha BRILink Agen hingga memiliki 15 gerai di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa).

Kini, gerai BRILink Agen yang dikelola Nilam menyediakan berbagai layanan, mulai dari setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan listrik dan telepon, pembayaran cicilan, pengisian saldo BRIZZI, hingga pembelian pulsa. Beragam layanan tersebut memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari.

Perkembangan usaha Nilam juga sejalan dengan perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan di wilayah tersebut. Jika sebelumnya upah dibayarkan secara tunai melalui mandor, kini para pekerja mulai memanfaatkan layanan perbankan. Perubahan ini turut meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan tarik tunai.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut