Kulonprogo Terapkan Larangan Pajang Produk Rokok
Menurut Hasto dengan penutupan display produk rokok dan diganti dengan tulisan peduli kesehatan, diharapkan bisa mengurangi tingkat konsumsi rokok di Kulonprogo.
Belanja rokok di Kulonprogo setiap tahunnya mencapai Rp96 miliar pada lima tahun kemarin. Saat ini diperkirakan sudah meningkat mencapai Rp100 miliar.
"Harapan kita masyarakat akan lebih memikirkan kesehatan, BPJS dengan menutup produk dengan display kesehatan seperti ini," tuturnya.
Kasubdit Penyakit Paru-paru, Kronik dan Gangguan Imonologi (PPKGI) Kementerian Kesehatan, Sandra Diah Ratih mengatakan, Kabupaten Kulonprogo menjadi salah satu daerah yang menerapkan program KTR dan larangan iklan rokok.
"Kulonprogo telah menjadi contoh dalam penerapan KTR di Indonesia," jelasnya.
Penutupan iklan dan display rokok akan sangat berdampak terhadap psikologis konsumen. Selama ini orang yang akan membayar di kasir langsung fokus dengan produk rokok yang ada di belakang kasir.