Kuota Pertalite Dibatasi, Pengemudi Ojol di Jogja Kelimpungan Cari BBM Bersubsidi
YOGYAKARTA, iNews.id – Pembatasan kuota dan jam penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mulai dikeluhkan warga dan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Yogyakarta. Kebijakan ini dinilai sangat menyulitkan mereka dalam mencari nafkah sehari-hari.
Pemandangan antrean panjang pengendara sepeda motor mengular hingga ke pintu masuk SPBU menjadi fenomena harian, bahkan hingga pukul 21.00 WIB. Para pengemudi ojol terpaksa mengantre hingga larut malam karena khawatir kehabisan kuota harian Pertalite.
Bagi pengemudi ojek online, Pertalite merupakan kebutuhan vital untuk menunjang aktivitas operasional. Kebijakan pembatasan waktu dan kuota ini memukul pendapatan harian mereka secara langsung.
"Kalau jam-jam tertentu kami kehabisan bahan bakar saat mau narik, ya kesulitan. Kami kerap bekerja sampai larut malam dan tidak bisa beli Pertalite di atas jam 12 malam karena kuotanya sudah habis. Harapannya stok diperbanyak lagi," ujar Saryono, salah seorang pengemudi ojol di Yogyakarta, Kamis (3/9/2026).
Kondisi serupa dirasakan pengemudi ojol lainnya, Putut Mulat Suhartono. Demi menghemat waktu agar bisa terus mengangkut penumpang, ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
"Antrean Pertalite terlalu panjang. Kalau berpindah ke Pertamax terus, pendapatan dari ongkos Gojek itu tidak akan cukup lagi," kata Putut.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengelola SPBU menjelaskan bahwa skema penjualan yang diterapkan merupakan penyesuaian atas alokasi kuota resmi dari Pertamina.
Pengawas SPBU Kyai Mojo Yogyakarta, Yoyok Raharjo, menyebutkan bahwa kuota harian Pertalite di tempatnya berkisar antara 12.000 hingga 14.000 liter per hari. Untuk menjaga ketersediaan stok hingga malam, pihak SPBU membuat kebijakan prioritas penjualan.