Direktur BUMDes Jati Unggul Desa Jatirejo, Kulonprogo, Tristi Sintawati mengatakan, badan usaha yang dikelolanya selama ini membeli gabah di tingkat petani. Hasil panen itu selanjutnya diolah dan dijual ke pasaran.
Kendati demikian, serapan gabah dari petani di Kulonprogo terakhir dilakukan Mei silam. Saat itu produksinya juga mengalami penurunan karena dampak musim kemarau. Biasanya dalam satu hektar bisa memproduksi hingga 10 ton, namun yang lalu hanya 8 ton.
“Di gudang, kami masih memiliki 20-an ton dan ini terus kami putar,” ucapnya.
Di musim kemarau seperti ini, BUMDes Jati Unggul memperluas wilayah serapan gabah sampai di Purworejo, Jawa Tengah. Saat ini di wilayah selatan Purworejo juga sedang memasuki masa panen sehingga serapan dan stok beras akan semakin bertambah.
Editor: Donald Karouw