Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Tagih Komitmen Prabowo-Gibran Percepat Pengesahan RUU Perampasan Aset
Advertisement . Scroll to see content

UIN Sunan Kalijaga Tembus Posisi Kedua Nasional, Patahkan Stereotip Kampus Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:53:00 WIB
UIN Sunan Kalijaga Tembus Posisi Kedua Nasional, Patahkan Stereotip Kampus Agama
UIN Sunan Kalijaga mencatat prestasi membanggakan usai masuk peringkat kedua nasional versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR). (Dok. UIN Sunan Kalijaga)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi nasional.

Hal ini terbukti setelah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati posisi kedua nasional di bawah Universitas Indonesia dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. 

Posisi tersebut sekaligus menempatkan universitas berjuluk Kampus Putih itu masuk kelompok peringkat 801–1.000 dunia.

Prestasi ini memperkuat pesan bahwa kampus Islam memiliki kapasitas akademik yang melampaui batas keilmuan keagamaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menilai capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas cara pandang masyarakat terhadap PTKIN.

“PTKIN harus dilihat dari kualitas pendidikan, kekuatan riset, dan kontribusi keilmuannya. Capaian UIN Sunan Kalijaga memperlihatkan bahwa kampus Islam mampu berada di jajaran teratas, bahkan melampaui banyak perguruan tinggi umum dalam pemeringkatan internasional,” ujar Suyitno.

Menurutnya, keunggulan studi keislaman menjadi fondasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Mahasiswa PTKIN perlu memperoleh ruang yang sama kuat untuk menguasai teknologi, menghasilkan penelitian, dan menawarkan solusi atas persoalan masyarakat.

Momentum itu akan diperkuat melalui Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga pada 3–7 November 2026. Sebanyak 497 finalis dari 54 PTKIN akan berkompetisi dalam 18 cabang bidang agama, sains, dan riset.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Sahiron, mengatakan OASE memberi ruang bagi publik untuk melihat keluasan kemampuan mahasiswa kampus Islam melalui karya dan penguasaan ilmu.

“Di PTKIN, mahasiswa mempelajari agama sekaligus mengembangkan robotika, nanoteknologi, teknologi pangan, hingga konservasi energi. Keluasan ini harus ditopang kedalaman riset. Dengan begitu, integrasi keilmuan terlihat dalam kualitas karya yang bisa diuji,” kata Sahiron.

Ia menekankan bahwa reputasi akademik harus ditopang pembinaan yang berlangsung setiap hari: penguatan metodologi penelitian, pendampingan dosen, akses laboratorium, serta kesempatan mahasiswa mempresentasikan dan mempertahankan temuannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut