Usai Bawa Parang, Siswa SMP Ngawen Gunungkidul 3 Hari Tak Masuk Sekolah
“Kita pun semata-mata tidak menyalahkan pada anak, karena usia anak kadang-kadang seperti itu. Hal ini supaya psikologis anak tetap terjaga. Sehingga tidak terganggu secara psikis. Nantinya, anak itu bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, kata dia, apabila anak itu menghendaki ke sekolah lain atau pindah, pihak SMP 5 tetap akan memfasilitasi dengan menghubungi sekolah-sekolah sekitar atau yang dituju anak tersebut.
“Sekolah-sekolah itu akan saya hubungi, sehingga anak itu punya akses ke sekolah yang dituju. Anak itu pun tidak boleh dikeluarkan. Ini sesuai aturan pendidikan dasar sembilan tahun. Bagaimana pun kondisi anak, kita harus merengkuhnya,” katanya.
Diketahui, video seorang siswa SMP di Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang mendatangi sekolah sambil menenteng senjata tajam sejenis parang, viral di media sosial. Pelaku tampak mencari guru yang telah menyita telepon seluler (ponselnya). Akhirnya, ponsel yang itu dikembalikan oleh guru dengan cara dilempar.
Video berdurasi 29 detik ini mulai beredar di media sosial sejak Rabu pagi (11/9/2019). Video yang diambil dari dalam ruang guru ini dengan cepat beredar luas di masyarakat dan langsung viral di media sosial.
Editor: Kastolani Marzuki