3 Aksi Kontroversi Marc Marquez di MotoGP, Nomor 2 Jegal Langkah Juara Valentino Rossi

Cita Zenitha ยท Senin, 04 Juli 2022 - 16:00:00 WIB
3 Aksi Kontroversi Marc Marquez di MotoGP, Nomor 2 Jegal Langkah Juara Valentino Rossi
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez saat hampir terpental dari motornya kala melakoni balapan Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna 2021 di Sirkuit Misano, Minggu (24/10/2021). (Foto: Youtube)

JAKARTA, iNews.id - Terdapat 3 aksi kontroversi Marc Marquez di MotoGP. Salah satunya dia disebut bersekongkol dengan pembalap lain demi menjegal langkah juara Valentino Rossi.

Marc Marquez sudah menjadi sosok ikonis dan idola di pentas MotoGP. Hal ini terjadi karena Marquez sukses mengukir karier ciamik sepanjang kariernya di balap motor bergengsi tersebut. Demi berjuang meraih gelar juara, dia pun rela melakukan segala cara yang bahkan terkadang berujung terjadinya insiden.

Beberapa insiden yang dialami pun memicu kontroversi. Alhasil, momen-momen ini tak terlupakan. Hal ini termasuk kala dirinya bersitegang dengan Valentino Rossi.

Saat berada di sirkuit, pembalap dengan julukan The Baby Alien memang terkenal agresif. Sehingga, tak sekali dia berhadapan dengan pembalap lain karena sebuah insiden. Bahkan, Marquez dinilai rela melakukan aksi gila demi meraih juara.

3 Aksi Kontroversi Marc Marquez di MotoGP:

1. Dianggap Curang di Pit Stop

Lalu, ada insiden di MotoGP Jerman 2016. Pada tahun itu, Marc Marquez melakukan kecurangan saat melakukan pit stop mengganti motor. Adanya kontroversi tersebut seperti mencoreng citra Marquez dalam meraih kemenangan pada MotoGP Jerman 2016.

Kecurangan tersebut terungkap ketika sebuat video yang beredar di dunia maya. Dalam video tersebut, tim Repsol Honda terlihat memegang kopling saat mengganti motor Marquez. Banyak orang berspekulasi bahwa motor tersebut sudah masuk gigi.

Memegang kopling memang bukan suatu tindakan illegal, tapi memasukkan gigi menjadi sebuah pelanggaran. Gigi harus dimasukkan oleh pembalap sendiri.

Namun, setelah diusut tuntas, Marquez dinyatakan tidak bersalah. Sebab saat itu, direktur teknisi Asosiasi tim MotoGP atau IRTA sudah mendatangi langsung garasi Honda.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda