5 Jeda Terlama Antar Musim Balapan F1

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 21:25 WIB
5 Jeda Terlama Antar Musim Balapan F1

Kejuaraan balap mobil Formula 1 Grand Prix Azerbaijan Grand Prix, di Sirkuit Baku City, Azerbaijan, kemungkinan bakal ditunda karena corona. (Foto: REUTERS/MAXIM SHEMETOV)

JAKARTA, iNews.id - Akibat penyebaran virus corona secara global menyebabkan sejumlah balapan Formula 1 2020 mengalami penundaan. Namun, ini buka kali pertama jeda antar musim F1 dalam waktu yang cukup lama.

F1 2020 diperkirakan menjadi paling sibuk dalam sejarah dengan jumlah 22 balapan yang bakal digelar.

Namun, wabah virus corona yang meluas hampir di seluruh negara di dunia memaksa operator balapan menunda tiga balapan awal serta tidak menutup kemungkinan menangguhkan jadwal balapan lainnya.

Operator telah mengonfirmasi GP Australia dan GP Monako sudah batal digelar, dan enam lainnya ditunda. Kini, balapan GP Kanada berpeluang jadi balapan pembuka pada 14 Juni.

Jika GP Kanada berjalan sesuai rencana, maka jarak antara balapan pembuka musim dengan putaran terakhir tahun lalu memakan waktu 196 hari. Tetapi, itu bukan jarak terlama antar balapan. Berikut ini lima jarak waktu balapan terlama dalam sejarah balapan F1.

1. 1950-1951 (267 hari)

Tahun 1950 merupakan musim yang bersejarah bagi F1. Pasalnya, musim itu adalah tahun pertama kejuaraan F1 resmi digelar. Dari tujuh balapan yang digelar, GP Italia menjadi balapan penutup pada 3 September.

Pada tahun 1951, balapannya bertambah menjadi 8 seri. Selain itu, terdapat pula sejumlah balapan pramusim. Namun, balapan baru resmi kembali bergulir pada 27 Mei.

2. 1961-1962 (225 hari)

Para penggemar F1 harus menunggu lama, setelah balapan kedelapan musim 1961 pada GP Amerika Serikat (AS) berakhir. Seharusnya, ada sembilan balapan yang digelar pada 1961, namun akhirnya harus berakhir di GP AS pada 8 Oktober.

GP Maroko yang menjadi balapan terakhir 1961 harusnya digelar pada 29 Oktober. Namun, balapan itu barus dibatalkan karena alasan krisis moneter. Musim balap 1962 akhirnya barus diawali oleh GP Belanda pada 20 Mei.

3. 1965-1966 (211 hari)

Para pebalap F1 harus menunggu selama 211 hari, sebelum akhirnya musim balap 1966 bisa digelar. Balapan terakhir F1 1965 digelar di GP Meksiko pada 24 Oktober.

Namun, jumlah balapan pada 1966 berkurang menjadi sembilan seri saja. Sedangkan pada musim balap 1965 menggelar 10 balapan. Konsekuensinya, musim 1966 baru bisa berlangsung di GP Monako pada 22 Mei.

4. 1951-1952 (204 hari)

Pada masa-masa awal balapan F1, jumlah balapannya tidak sebanyak era modern. Musim balap 1951 menjadi musim kedua F1 berlangsung selama delapan putaran dan berakhir di GP Spanyol pada 28 Oktober.

Jumlah balapan pada 1952 pun akhirnya tak mengalami perubahan yakni delapan balapan. Musim baru kembali dimulai 204 hari kemudian di GP Swiss pada 18 Mei.

5. 1958-1959 (204 hari)

Sama seperti musim 1951 dan 1952, F1 harus kembali menunggu lama jeda musim 1958 dan 1959. Rangkaian musim 1958 yang terdiri dari 11 balapan berakhir di GP Maroko pada 19 Oktober.

Sayang, balapan pembuka 1959 di GP Argentina pada Januari harus dibatalkan. Alasannya karena tidak ada pebalap asal Argentina yang ikut serta, setelah Juan Manuel Fangio dan Jose Frolian Gonzalez pensiun. Balapan pembuka pun baru bisa diadakan pada GP Monako di 10 Mei.


Editor : Arif Budiwinarto