Bos MotoGP Sebut Marc Marquez Bisa Pensiun Dini, Aturan Gila Jadi Pemicu
“Namun, dengan semua yang terjadi bersama kepemilikan baru Liberty Media di MotoGP, sejujurnya saya pikir Marc termasuk salah satu orang yang ingin menghilangkan gangguan tersebut," tuturnya.
“Kalian bisa melihat dia mulai menjadi semacam pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai persoalan.”
Pernat juga menilai Marquez ingin mengakhiri karier balapnya dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Keinginan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan regulasi dan padatnya aktivitas akhir pekan balapan.
“Dia ingin mencapai usia pensiun dari dunia balap motor, dalam satu atau dua tahun, dengan kondisi sehat.”
Pernat turut menyoroti sejumlah tuntutan baru dalam kalender MotoGP, mulai dari aktivitas latihan pada Jumat dan Sabtu hingga 44 kali start. Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut membuat kehidupan pembalap semakin berat dan berisiko.
“Dengan semua aturan baru yang mereka perkenalkan, latihan pada Jumat, Sabtu, 44 kali start, Marc menyadari kehidupan sebagai pembalap tidak lagi menyenangkan. Ini menjadi kehidupan seperti orang yang mengasingkan diri, sekaligus sangat berbahaya dari sisi fisik maupun mental.”
Editor: Reynaldi Hermawan