Bukan Cuma Teknik, 12 Atlet Tenis Meja Indonesia Matangkan Fisik Jelang Asian Games 2026
Karena itu, proses pemulihan menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi. Atlet tidak cukup hanya membangun kekuatan, tetapi juga membutuhkan kondisi tubuh yang siap kembali menjalani latihan dengan intensitas tinggi.
Selama Training Camp, para atlet mendapatkan asesmen kondisi fisik secara berkala, manual therapy, latihan penguatan, serta latihan mobilitas dan stabilitas. Program tersebut dirancang menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing atlet.
Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, mengatakan program yang diberikan tidak dibuat seragam untuk seluruh atlet. Penanganan disesuaikan dengan kebutuhan fisik masing-masing pemain.
“Secara teknis, program Physiorehab yang kami berikan mencakup asesmen kondisi fisik secara berkala, manual therapy untuk mengatasi ketegangan otot dan sendi, hingga program strengthening pada area bahu, pergelangan tangan, dan pinggang yang menjadi titik tumpu utama dalam gerakan tenis meja,” ujar Simon.
Selain penguatan, latihan mobilitas dan stabilitas diberikan untuk menunjang kecepatan footwork atlet. Aspek tersebut penting karena atlet harus mampu berpindah posisi dengan cepat sambil tetap menjaga keseimbangan tubuh.