Cerita Wahyana, Guru Asal Godean Sleman yang Pimpin Final Bulutangkis Olimpiade
Mendapatkan lisensi wasit dari BWF menjadi "tiket" bagi Wahyana terlibat dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dia pun merasa sangat senang karena dapat berkontribusi di ajang multievent terbesar di dunia tersebut.
“Jelas sangat bangga sekali ya. Karena Olimpiade itu merupakan kejuaraan olahraga multievent terbesar dan tertinggi di dunia dan semua wasit itu tentunya punya keinginan dan harapan untuk tampil di Olimpiade,” terang Wahyana, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (4/8/2021).
Wahyana menegaskan pula bahwa wasit bukanlah pekerjaan utamanya. Sebab seperti yang diketahui, wasit bulu tangkis tentu tak dilakukannya setiap pekan, jadi dia memiliki hal lain untuk dijadikan pekerjaan. utamanya.
Pekerjaan utama Wahyana adalah menjadi guru. Dia mengajar bidang olahraga di SMP Negeri 4 Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta.
“Menjadi wasit bulu tangkis bukanlah sebuah pekerjaan (utama), karena tidak setiap minggu ada pertandingan. Keseharian saya sebagai guru. Saya adalah guru olahraga di SMP 4 Patuk, Gunungkidul,” sambung Wahyana.
Jadi, ketika tak ada kompetisi bulu tangkis, Wahyana hanya fokus menjadi guru di SMP Negeri 4 Patuk. Menjadi wasit hanyalah kerja sampingan bagi Wahyana. Namun, lewat pekerjaan itu membuatnya dapat pergi ke berbagai negara.
Wahyana yang kini sudah berusia 53 tahun, merupakan warga Sidomulyo, Kapenewon Godean, Sleman. Berkat kehebatannya memimpin laga bulu tangkis, dia pun juga dipercaya memegang jabatan di PBSI sebagai Sub Bidang Perwasitan pada musim 2020-2024.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya