Ducati Krisis, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia Kena Imbasnya
Pernat menambahkan, efek domino dari performa GP25 ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh psikologis pembalap. Ia menyoroti bagaimana Marquez, meskipun memimpin klasemen, masih sering terjatuh dan terlihat belum mencapai performa puncaknya.
"Tetapi setiap tahun Ducati mengajarkan kita hal-hal ini, bahwa pada awalnya selalu membutuhkan waktu yang cukup lama. Kali ini, mungkin lebih. Dan tampaknya terjadi bahkan sedikit lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya," kata Pernat.
"Jelas Marquez menyembunyikannya sedikit, dengan pembalap fenomenalnya, sebenarnya dia adalah yang terdepan di kejuaraan dunia.Tetapi dia sering jatuh, dia sering mengeluh, dia tidak bisa memberikan apa adanya dalam caranya," sambungnya.
Meski tim pabrikan menghadapi tantangan besar, Carlo Pernat masih melihat sedikit harapan dari garasi tim satelit Ducati, terutama dari penampilan Alex Marquez (Gresini Racing) yang tampil solid dan konsisten.
“Ini adalah kejuaraan yang semakin menarik, terutama bagi Álex Márquez. Hati-hati, Álex Márquez tangguh,” ujar Pernat.
Penampilan Alex sejauh ini cukup mengesankan, bahkan membuatnya menduduki posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2025.
Meski performa motor GP25 belum sepenuhnya meyakinkan, empat pembalap Ducati masih memuncaki klasemen sementara MotoGP 2025 dengan Marc Marquez masuk duduk di posisi teratas dengan 196 poin, diikuti Alex Marquez (172), Francesco Bagnaia (124), Franco Morbidelli (98).
Fakta ini menunjukkan bahwa meski ada kendala teknis, Ducati tetap menjadi kekuatan utama musim ini.
Editor: Abdul Haris