Kisah Masa Kecil Enea Bastianini: Berawal dari Balapan Minimoto Menuju ke Sirkuit Dunia
Sayangnya, cedera bahu di GP Portugal dan cedera lain di Catalunya membuat musim 2023 berat baginya. Namun, ia bangkit dengan kemenangan di GP Malaysia. Memasuki 2024, Bastianini membuka musim dengan kuat, mencatat sembilan podium termasuk dua kemenangan, dan menutup musim di posisi keempat klasemen dunia, pencapaian terbaiknya. Pada 2025, ia akan menghadapi tantangan baru bersama Red Bull KTM Tech3.
Jika melihat Enea di paddock MotoGP, banyak orang mungkin mengira ia adalah sosok yang pendiam, tenang, dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Namun, sang ayah, Emilio Bastianini, menyebut bahwa karakter Enea semasa kecil justru sangat bertolak belakang.
Menurutnya, sejak kecil Enea sangat gaduh dan aktif, sangat berbeda dengan kepribadiannya sekarang yang cenderung pendiam. Bahkan, hingga usia dua tahun, Emilio dan istrinya kerap kesulitan tidur karena tingkah laku putranya yang sulit ditenangkan.
Sifat aktif dan gaduh tersebut terus terbawa hingga Enea masuk sekolah. Ia sering kali membuat masalah di lingkungan sekolah, hingga pihak sekolah kerap memanggil orang tuanya. Emilio menjelaskan bahwa meskipun ada beberapa guru yang memahami kondisi tersebut dan mampu menangani situasi dengan baik, tidak sedikit pula guru yang tidak mampu mentoleransinya.
Bahkan, ada seorang guru yang sempat menyatakan pesimistis terhadap masa depan Enea dan beranggapan bahwa ia akan menjadi kriminal saat dewasa. Meski demikian, Emilio dan istrinya tetap yakin bahwa anak mereka hanyalah sosok yang aktif dan penuh energi, bukan anak yang “nakal” sebagaimana label yang diberikan orang lain.