Kisah Masa Kecil Enea Bastianini: Berawal dari Balapan Minimoto Menuju ke Sirkuit Dunia
Ibunda Enea, Antonella, menuturkan bahwa putranya memang sangat suka bergerak dan cenderung sulit diatur, namun ia meyakini bahwa Enea memiliki hati yang baik. Ia menyebut bahwa perilaku anaknya bukan tergolong hiperaktif, melainkan lebih pada rasa ingin tahu dan kebutuhan untuk terus bergerak. Antonella juga mengatakan bahwa Enea mulai menunjukkan kedewasaan sejak usia tiga hingga empat tahun.
Melihat energi besar yang dimiliki Enea, Emilio dan Antonella akhirnya memutuskan untuk membelikan sebuah minimoto. Keputusan ini menjadi titik balik yang sangat penting dalam kehidupan Enea.
Sang ayah mengingat bahwa mengendarai minimoto membuat anaknya lebih bertanggung jawab. Bahkan sejak kecil, Enea sudah menunjukkan ketertarikan luar biasa terhadap motor, bahkan ketika hanya melihat kendaraan di lampu lalu lintas.
Emilio juga mengisahkan bahwa saat mereka mengunjungi toko suku cadang skuter, Enea melihat sebuah minimoto dan sangat tertarik padanya. Sejak saat itu, ia tidak pernah berpaling lagi dari dunia balap.
Pengalaman mencoba minimoto menjadi awal dari perjalanan Enea di dunia balap motor. Emilio masih sangat mengingat momen ketika mereka berada di bawah lampu lalu lintas dan menyadari bahwa Enea memiliki passion besar terhadap motor.