Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan SEA Games 2027, PB PODSI Desak Pemerintah Layangkan Protes
JAKARTA, iNews.id – Malaysia dinilai tidak menjalankan kesepakatan terkait cabang olahraga SEA Games 2027 setelah dayung dicoret dari daftar pertandingan. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) mendesak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) segera mengajukan nota keberatan resmi.
PB PODSI menyoroti kesepakatan yang telah dibuat sejak 31 Mei 2024 dalam sidang Southeast Asian Games Federation (SEAGF). Saat itu, Komite Olimpiade Nasional (NOC) Thailand, Malaysia, dan Singapura menyepakati cabang olahraga untuk SEA Games 2025, 2027, dan 2029 sesuai negara tuan rumah masing-masing.
Namun, PB PODSI menilai Malaysia tidak menjalankan kesepakatan tersebut. Dayung yang mencakup tiga disiplin, yakni rowing, canoeing, dan traditional boat race, justru tidak masuk dalam daftar pertandingan SEA Games 2027.
Keputusan tersebut disahkan dalam sidang SEAGF di Bangkok, Thailand, pada 30 Oktober 2026. Sebanyak 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan ditetapkan untuk SEA Games Malaysia 2027 yang berlangsung pada 18-29 September.
Selain dayung, enam cabang olahraga lainnya juga tidak masuk daftar pertandingan. Keenamnya adalah gulat, kickboxing, jujitsu, selancar, catur, dan bola tangan.