Marc Marquez Bisa Tinggalkan Ducati Lebih Cepat, Ada Klausul Rahasia dalam Kontraknya
"Secara fisik saya tidak ada di sana, saya berisiko mengalami kecelakaan. Saya tidak punya kendali atas lengan kanan saya. Dibandingkan saat latihan... saya kehilangan bagian depan di Tikungan 1 dan 9. Saya tidak menyukainya," kata Marquez.
Situasi Marquez akan semakin menarik pada 2027. Dia akan memiliki rekan setim baru di Ducati, yakni Pedro Acosta, yang diproyeksikan sebagai salah satu pembalap utama masa depan tim tersebut.
Jurnalis Spanyol Ricard Jove menilai persaingan dengan Acosta dapat memberikan tekanan baru kepada Marquez. Dia menegaskan keputusan pensiun tetap berada di tangan Marquez, tetapi situasinya bisa berbeda jika Acosta mampu mengalahkannya secara konsisten.
"Saya selalu mengatakan tidak akan berbicara, atau berusaha untuk tidak berbicara, tentang kapan Marc harus atau tidak harus pensiun karena itu adalah keputusannya, bukan keputusan saya," kata Jove.
"Namun, Marc juga punya banyak hal yang dipertaruhkan tahun depan. Karena berbeda antara pensiun ketika dia memutuskan dan menginginkannya dengan memiliki perasaan jika rekan setimnya mengalahkan dia dengan telak sepanjang musim, lalu rekan setimnya itu bisa memaksanya untuk pensiun," lanjutnya.
Musim 2027 pun berpotensi menjadi periode krusial bagi Marquez. Dia tidak hanya dituntut menjaga kondisi fisiknya, tetapi juga harus mempertahankan level kompetitif di tengah persaingan langsung dengan Acosta.
Jika klausul yang diungkap Pernat tersebut benar-benar berlaku, performa dan kondisi fisik Marquez pada musim depan bisa menentukan kelanjutan kariernya bersama Ducati. Untuk saat ini, dia masih terikat kontrak hingga 2028, tetapi pintu keluar lebih cepat disebut tetap tersedia.
Editor: Abdul Haris