Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Malaysia Dinilai Langgar Kesepakatan SEA Games 2027, PB PODSI Desak Pemerintah Layangkan Protes
Advertisement . Scroll to see content

Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, Lumbung Emas Indonesia Menghilang

Rabu, 04 November 2026 - 10:56:00 WIB
Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, Lumbung Emas Indonesia Menghilang
Panjat tebing dicoret dari 43 cabang olahraga SEA Games 2027 Malaysia (Foto: World Climbing Asia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar cabang olahraga (cabor) SEA Games Malaysia 2027. Keputusan Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) menetapkan 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan, tanpa menyertakan salah satu andalan Indonesia dalam perburuan medali emas tersebut.

Keputusan ini menjadi pukulan bagi Indonesia yang selama ini memiliki rekam jejak kuat di cabang panjat tebing. Merah Putih pernah menunjukkan dominasinya pada SEA Games 2011 dengan mengoleksi sembilan medali emas dari 10 nomor yang dipertandingkan.

Prestasi Indonesia juga masih terlihat pada SEA Games 2025. Kontingen panjat tebing Merah Putih berhasil membawa pulang empat medali emas dari enam nomor lomba yang tersedia.

Lebih menarik lagi, sebagian besar keberhasilan tersebut ditorehkan atlet-atlet muda. Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany menjadi penyumbang emas dari nomor lead putra dan putri. Keduanya masih berada dalam kelompok usia U-17.

Sementara itu, Antasyafi Robby Al Hilmi dan Puja Lestari mempersembahkan medali emas dari nomor speed perorangan putra dan putri. Kedua atlet tersebut juga masih masuk kelompok usia U-19.

Catatan itu memperlihatkan besarnya potensi regenerasi panjat tebing Indonesia. SEA Games selama ini menjadi salah satu panggung penting bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.

Bagi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), ajang olahraga Asia Tenggara tersebut bukan sekadar tempat mengejar medali. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk meneruskan prestasi para senior di Asian Games hingga Olimpiade.

Regenerasi Atlet Kehilangan Panggung

Indonesia memiliki rekam jejak membanggakan di level internasional. Pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Desak Made Rita menyumbangkan medali emas dari nomor speed perorangan putri.

Sebelumnya, Veddriq Leonardo juga mengukir prestasi besar dengan meraih medali emas nomor speed perorangan putra pada Olimpiade Paris 2024. Dua pencapaian tersebut memperkuat posisi panjat tebing sebagai salah satu cabang unggulan Indonesia.

Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyebut keberhasilan para atlet tidak datang secara instan. Menurut dia, prestasi lahir dari latihan keras yang disusun melalui program pembinaan terarah.

"Selain itu, kompetisi berkualitas di dalam negeri juga menjadi penentu," kata Pristiawan.

Nomor speed masih menjadi andalan Indonesia karena mampu mendominasi berbagai ajang multievent, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Konsistensi tersebut menjadikan nomor ini sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing nasional.

Namun, perkembangan Indonesia tidak hanya terlihat pada nomor speed. Nomor lead juga mulai menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan negara-negara yang selama ini dikenal sebagai kekuatan besar dunia.

Salah satu buktinya adalah pencapaian Putra Tri Ramadani alias Srondeng. Dia berhasil menempati peringkat kedua World Climbing Series 2026, sebuah hasil yang memperlihatkan perkembangan atlet Indonesia di nomor lead.

Dengan tidak adanya panjat tebing dalam SEA Games 2027, Indonesia kehilangan lebih dari sekadar kesempatan menambah koleksi medali emas. Atlet-atlet muda juga kehilangan salah satu tahapan penting untuk mendapatkan pengalaman bertanding sebelum menghadapi persaingan di Asian Games dan Olimpiade.

Pristiawan menegaskan dampak keputusan tersebut terhadap peluang Indonesia dalam perolehan medali. Dia menilai absennya panjat tebing otomatis mengurangi kesempatan kontingen Merah Putih untuk meraih emas.

"Ini bukan soal untung rugi bagi panjat tebing. Yang pasti perolehan medali Indonesia akan berkurang tanpa cabor panjat tebing di Seagames 2027," kata Pristiawan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut