Potensi Indonesia Tak Pernah Habis, Okto Minta Sistem Pembinaan Olahraga Indonesia Dibongkar
“Kita harus membedah apa yang membuat mereka berhasil, mulai dari pembinaan, scouting, kompetisi, pelatih, sport science, dukungan organisasi hingga ekosistemnya. Kalau kita tahu faktornya, kita bisa mencari apa yang relevan untuk cabang olahraga lain,” katanya.
Okto menilai Indonesia memiliki potensi atlet yang besar. Persoalan utamanya bukan semata-mata ketersediaan talenta, melainkan cara menemukan, menempatkan, serta mengembangkan talenta tersebut agar sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga.
“Talenta itu bukan milik satu cabang olahraga. Itu talenta Indonesia. Kalau setelah diuji dengan pendekatan sport science seorang atlet ternyata lebih cocok di cabang lain, kenapa harus takut memindahkannya? Kepentingan nasional harus lebih besar daripada ego sektoral,” tegasnya.
Karena itu, Okto menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terarah dalam pembinaan olahraga prestasi. Menurut dia, tidak semua cabang olahraga dapat memperoleh pola dukungan dan sumber daya dengan pendekatan yang sama.
“Kita tidak harus menang di semua cabang olahraga. Tetapi kita harus tahu cabang olahraga mana yang harus kita menangkan. Kalau orientasinya medali, dukungannya juga jangan setengah-setengah,” ujarnya.