Potensi Indonesia Tak Pernah Habis, Okto Minta Sistem Pembinaan Olahraga Indonesia Dibongkar
Dia juga mendorong agar evaluasi olahraga nasional tidak berhenti pada kritik atau pencatatan hasil pertandingan. Setiap temuan dari sebuah kompetisi harus diterjemahkan menjadi bahan pengambilan keputusan untuk memperbaiki sistem pembinaan.
“Kritik harus kita ubah menjadi data, data menjadi evaluasi, evaluasi menjadi keputusan, dan keputusan menjadi perbaikan. Olahraga modern harus berbicara dengan data,” katanya.
Bagi Okto, keberhasilan melampaui target di Asian Games 2026 belum cukup untuk menyimpulkan pembinaan olahraga Indonesia sudah berjalan optimal. Evaluasi harus melihat cara memperbanyak cabang olahraga berprestasi sekaligus menjaga keberlanjutan prestasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberanian mengubah sistem, konsistensi menjalankan keputusan, integrasi antarpemangku kepentingan, dan kemauan membongkar kebiasaan lama," katanya.
Okto menegaskan lima medali emas Asian Games 2026 harus dipandang sebagai titik awal untuk membangun sistem olahraga yang lebih kuat. Fokus selanjutnya bukan hanya mempertahankan pencapaian, tetapi memperluas basis prestasi Indonesia di berbagai cabang olahraga.
"Lima emas adalah pencapaian yang harus diapresiasi, tetapi juga menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: bagaimana kita membangun Indonesia sebagai kekuatan olahraga dunia?” pungkas Okto.
Editor: Reynaldi Hermawan