Resmi Dilantik, PB Percasi Bawa Catur Masuk Sekolah demi Lahirkan Banyak Grandmaster Baru
Program jangka pendek yang menjadi perhatian utama adalah Catur Masuk Sekolah. PB Percasi akan berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan pendidikan agar catur semakin luas dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Program tersebut bukan dimulai dari nol. PB Percasi sebelumnya telah bekerja sama dengan BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekaligus menggelar kompetisi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dalam skala nasional maupun internasional.
“Selama ini PB Percasi telah menggandeng BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai olahraga ekstrakurikuler. Tidak hanya itu, BPK Penabur juga telah menggelar kompetisi antar pelajar SD, SMP, dan SMA tingkat nasional dan internasional. Makanya, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, yang menjadi pemangku kepentingan di sekolah,” kata Agustiar.
Dia menilai catur tidak hanya mengasah kemampuan berpikir. Permainan tersebut juga mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, kerja keras, dan proses dalam mencapai tujuan. PB Percasi ingin pembinaan dimulai dari sekolah hingga klub-klub di daerah.
Selain memperluas basis pemain, Agustiar menyoroti minimnya jumlah pecatur Indonesia yang menyandang gelar grandmaster. PB Percasi akan memperbanyak turnamen internasional berating FIDE dan mengirim pecatur muda ke berbagai kejuaraan luar negeri untuk meningkatkan rating mereka.