Siswa SMA Cetak Rekor MURI, BINUS Cup XI Himpun 1.128 Perenang dalam Sehari
“Jujur, banyak tantangannya. Yang paling berat itu membagi waktu, karena kami tetap sekolah, ada tugas dan ujian, sementara persiapan acara jalan terus. Lalu dana. Ini acara mandiri, dana kami kumpulkan sendiri, jadi anggarannya terbatas dan setiap pengeluaran harus benar-benar diatur,” terang Sebastian.
Pengelolaan data peserta juga membutuhkan perhatian besar. Panitia harus memeriksa pendaftaran dan bukti pembayaran, sekaligus memastikan setiap perenang masuk ke kelompok kelas yang sesuai.
“Ditambah lagi mengurus data hampir seribu perenang dari ratusan sekolah: memeriksa pendaftaran, bukti pembayaran, sampai memastikan setiap anak berlomba di kelompok kelas yang benar. Tapi kami belajar banyak sekali, dan kami sangat terbantu oleh guru pembimbing, Akuatik Indonesia Jakarta Selatan, dan semua pihak yang mendukung,” ujarnya.
Pelaksanaan teknis dikerjakan panitia siswa SMA BINUS School Simprug bersama Pengkot Akuatik Indonesia Jakarta Selatan. Perlombaan menggunakan sistem pencatat waktu elektronik ALGE.
Peserta dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jenjang kelas, yakni SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP kelas 1–3, serta SMA kelas 1–3. Nomor yang dipertandingkan meliputi perorangan dan estafet.