Veddriq Leonardo Haus Prestasi, Bidik Emas Panjat Tebing Asian Games 2026
JAKARTA, iNews.id - Veddriq Leonardo membidik medali emas panjat tebing Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang setelah sebelumnya mencatat sejarah sebagai peraih medali emas Olimpiade.
Veddriq mengaku belum puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Atlet asal Pontianak tersebut masih memiliki ambisi untuk menambah koleksi prestasinya bersama Indonesia, termasuk mengejar emas Asian Games 2026.
Target tersebut menjadi salah satu fokus Veddriq selama masih mampu menjaga performa sebagai atlet profesional. Dia bertekad tampil maksimal demi mengharumkan nama Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
“Kalau saya target pribadi ya pasti pengen medali emas di Asian Games, mewakili Indonesia di kategori speed,” ungkap Veddriq dalam acara “Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih” di Jakarta.
Ambisi Veddriq cukup beralasan. Meski sudah memiliki emas Olimpiade, dia belum pernah meraih medali emas Asian Games pada nomor perorangan.
Pencapaian terbaik Veddriq di nomor perorangan Asian Games sejauh ini adalah medali perunggu. Dia meraih medali tersebut pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok.
Veddriq bukan tanpa pengalaman meraih medali emas Asian Games. Dia pernah membawa Indonesia mendapatkan emas nomor speed relay beregu pada Asian Games 2018.
Enam tahun kemudian, Veddriq kembali menyumbangkan medali dari nomor speed relay beregu pada Asian Games 2022. Kali ini, dia dan tim harus puas membawa pulang medali perak.
Kini, Veddriq ingin meningkatkan pencapaian tersebut. Medali emas nomor speed perorangan menjadi target utama yang ingin dia wujudkan di Aichi-Nagoya.
“Selama masih bisa berprestasi dan dengan kondisi yang ideal, saya akan usahakan,” katanya.
Untuk menghadapi Asian Games 2026, Veddriq tidak menjalani program latihan khusus. Fokus dia lebih diarahkan pada peningkatan teknik melalui banyak pengulangan saat berlatih.
Menurut Veddriq, pengulangan teknik penting untuk membuat gerakan ketika memanjat menjadi lebih halus, rapi, sekaligus konsisten. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi besar.
“Kalau kendala saat latihan tidak ada. Mungkin dari proses berlatih kami sedikit lebih menjaga performa, karena ada risiko cedera, apalagi menjelang Asian Games ini, jadi agak riskan,” katanya.
Veddriq juga menyadari persiapan menuju Asian Games membutuhkan keseimbangan. Selain meningkatkan kemampuan, dia perlu menjaga kondisi fisik agar tidak mengalami cedera menjelang pertandingan.
Dalam persaingan nomor speed, Veddriq menilai Jepang dan Tiongkok akan menjadi dua kekuatan utama. Jepang memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, sementara Tiongkok dinilai memiliki kekuatan besar di cabang olahraga panjat tebing.
Meski menghadapi lawan berat, Veddriq tidak ingin menjadikan persaingan tersebut sebagai alasan untuk menurunkan target. Dia tetap memasang sasaran tertinggi untuk nomor speed perorangan.
“Itu salah satu saingan terberat untuk Indonesia,” tegasnya.
Dengan pengalaman sebagai juara Olimpiade serta koleksi medali Asian Games dari nomor beregu dan perorangan, Veddriq kini memburu pencapaian yang belum pernah dia raih. Emas speed perorangan Asian Games 2026 menjadi target berikutnya dalam perjalanan prestasinya.
Editor: Reynaldi Hermawan