Piala AFF 2020

5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback, Nomor 2 Juara Liga Champions

Dimas Wahyu Indrajaya · Kamis, 30 Desember 2021 - 08:38:00 WIB
5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback, Nomor 2 Juara Liga Champions
Pemain Deportivo La Coruna, Juan Valeron merayakan gol ke gawang AC Milan pada laga leg kedua Liga Champions 2003/2004 di Stadion Riazor, Selasa (6/4/2004). (Foto: Twitter/@Squawka)

JAKARTA, iNews.id - Terdapat 5 keajaiban di sepak bola dari kalah telak bisa comeback. Salah satunya dirasakan Liverpool yang melakukannya di final Liga Champions.

Timnas Indonesia ditumbangkan Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu (29/12/2021). Skuad Garuda kalah telak dengan skor 0-4.

Peluang juara Evan Dimas dkk pun menipis. Mereka setidaknya harus menang 5-0 pada leg kedua demi meraih gelar Piala AFF yang pertama.

Namun, perjuangan belum berakhir. Jika tampill all out, bisa saja Timnas Indonesia comeback dan menang atau bahkan juara di Piala AFF ke-13 ini.

Buktinya sepanjang sejarah sepak bola ada beberapa tim yang sudah kalah telak tapi bisa bangkit untuk menang dan juara. Salah satunya dirasakan Liverpool saat membuat keajaiban di Istanbul, Turki.

Berikut 5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback:

1. Barcelona 6-5 Paris Saint-Germain (2017)

Laga babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 tampaknya akan terus dikenang fans Barcelona. Saat itu Lionel Messi cs menang comeback atas Paris Saint-Germain (PSG).

Barcelona kepayahan pada leg pertama. Saat itu mereka dibuat hancur lebur 0-4 di markas PSG.

PSG bisa senang, walau hanya sesaat. Karena pada leg kedua mereka dibinasakan Barcelona di Stadion Camp Nou.

Di depan pendukung sendiri, Barcelona berpesta. Enam gol bersarang di gawang PSG.

Neymar saat itu mencetak dua gol, begitu pula Messi dan Luis Suarez yang masing-masing mencetak satu angka. Barcelona sedang beruntung, karena Layvin Kurzawa mencetak gol bunuh diri pada laga itu.

Agregat 5-5 sebelum laga benar-benar bubar. Namun pada injury time, Sergi Roberto mencetak gol pada menit 90'+5.

Jadilah Barcelona menang 6-1 dan agregat 6-5 atas PSG. Momen tersebut pun sering La Remontanda yang berarti The Comeback oleh fans Barcelona.

2. Liverpool 3-3 AC Milan (2005)

Stadion Olympic Ataturk, Istanbul menjadi saksi dua kehebatan tim Eropa di partai final Liga Champions 2004/2005. Saat itu Liverpool melawan AC Milan.

Liverpool kala itu tak seperti sekaran. Kedalaman skuadnya tidak sementereng era Jurgen Klopp dan Mohamed Salah.

Saat itu The Reds sering bergantung kepada performa sang kapten Steven Gerrard. Adapun lini lini depannya diisi pemain hebat tapi kurang tajam saat dilatih Rafael Benitez, sebut saja Milan Baros dan Djibril Cisse.

Lain halnya dengan AC Milan. Di setiap lini, Rossoneri memiliki pemain yang berkualitas dan berpengalaman. Alhasil Milan lebih diunggulkan saat melawan Liverpool pada final saat itu.

Anggapan para pakar pun hampir terbukti. AC Milan mampu mengungguli Liverpool dengan skor 3-0 pada babak pertama. Gol diciptakan Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.

Namun, Liverpool tidak menyerah. Pada babak kedua mereka bangkit lewat sundulan Steven Gerrard, Xabi Alonso, dan Vladimir Smicer. Skor menjadi 3-3!

Laga penentu juara pun dilakukan lewat babak tos-tosan. Liverpool lebih beruntung karena kiper Jerzy Dudek mampu tampil brilian. Dia mampu menepis sepakan Andriy Shevchenko dan membuat Liverpool menggondol trofi si kuping besar. Momen ini pun disebut miracle of Istanbul oleh fans Liverpool.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: