5 Kematian Tragis Pesepak Bola, Ada yang Tabrakkan Diri ke Kereta Ekspres
3. Ernest King (West Ham United 1877-1933).
Setelah pensiun menjadi pemain West Ham, King mengambil jabatan di kursi kepelatihan. Namun selama jadi pelatih, performa tim tidak bagus hingga akhirnya mereka harus degradasi.
Tekanan berat diterima King dan memutuskan untuk bunuh diri. Dia mencampurkan alkohol dengan cairan korosif lalu meminumnya hingga tak sadarkan diri.
4. Timothy Douglas Carter (Millwal 1967-2008)
Timothy menjadi pesepak bola sukses setelah membawa Millwal menuju partai puncak Piala FA 1998. Namun secara mengejutkan dia memutuskan mengakhiri hidup pada Juni 2008.
Dia ditemukan tewas dengan tali yang menjerat di lehernya. Diduga, Tim memutuskan untuk bunuh diri karena anaknya lahir dalam kondisi tidak normal.
5. Hughie Gallacher (Chelsea dan Newcastle 1902 - 1957)
Newcastle&Scotland centre-forward Hughie Gallacher, was widely regarded as one of the best strikers of all time despite his diminutive stature- he was 5ft 5.He led Newcastle to the League title in 1927,&his career at the top level 1920-1939, 463 goals in 624 senior aps #nufc pic.twitter.com/w417FY4vzE
— Martin Lorimer (@Oberon_Odonata) March 28, 2019
Kehidupan luar lapangan Gallacher tak seindah kesuksesannya bersama Chelsea dan Newcastle. Dia terkenal dengan pria yang hobi mabuk-mabukan hingga kelewat batas.
Pernah satu kali dia membuat kasus melempari lampu kepada anaknya dalam kondisi mabuk. Anaknya pun terluka dan pihak kepolisian yang turun tangan tidak mengizinkan Gallacher menemuinya lagi.
Hidup dengan penuh rasa penyesalan, Gallacher memutuskan bunuh diri. Dia menabrakkan diri ke kereta cepat pada 11 Juni 1957.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya