5 Negara yang Dijuluki sebagai Kiblat Olahraga Sepak Bola, Nomor 3 Terkenal dengan Filosofi Total Football
JAKARTA, iNews.id - Inilah lima negara yang dijuluki sebagai kiblat olahraga sepak bola. Sebagaimana diketahui Brasil adalah negara yang dijuluki kiblat sepak bola.
Negara ini memiliki timnas yang disebut tim nasional (timnas) Samba dimana secara turun temurun menjadi patokan bagaimana seharusnya sepak bola dimainkan.
Sepakbola telah menjadi jalan pintas yang baik bagi warga Brasil yang menghendaki kemapanan hidup.
Bahkan sedari kecil anak-anak di sana telah tumbuh dengan lingkungan yang kerap bermain sepakbola di lorong-lorong jalan dan pinggir-pinggir pantai.
Kehidupan yang terus bermain bola untuk anak-anak pun telah membuat negara tersebut tumbuh sebagai kawasan yang sangat berjaya di dunia sepakbola.
Dalam permainannya pun mereka dikenal dengan kombinasi menggiring bola yang sangat indah.
Tak mengherankan, jika Brasil dijuluki sebagai negara tersukses di kancah tertinggi pagelaran Piala Dunia dengan 5 kali juara dunia. Selain Brasil, ada beberapa negara yang menjadi kiblat olahraga sepak bola. Berikut ulasannya.
Berbicara mengenai prestasi sepak bola di pagelaran Piala Dunia, Inggris baru meraih gelar juara dunia yang baru terwujud ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 1966.
Namun, dalam segi mengemas sepakbola secara industri, Inggris bisa dikatakan sebagai negara terbaik. Para investor asing tak segan-segan menanamkan modal besar di berbagai klub Inggris.
Jerman adalah negara sepak bola yang memiliki simbol elang di dadanya. Simbol itu pun menjadi cerminan sebagai tim yang tajam, cepat, dan bengis.
Bahkan hal itu pun terbukti dengan prestasi yang diraih Jerman dalam pentas internasional. Mereka berhasil keluar empat kali sebagai juara dunia dan tiga kali sebagai juara Eropa.
Selain itu, semangat komunal yang ada di diri warga Jerman, membuat mereka dengan mudah mengembangkan sepakbola hingga dikenal sebagai negara yang rajin menghasilkan pemain muda berbakat dan klub-klub mereka juga sangat gemar menomor satukan pemain lokal.
Belanda tidak memiliki prestasi terlalu membanggakan setiap ajang sepak bola internasional. Prestasi tertinggi Belanda dalam sejarah sepakbola hanyalah sebagai juara Eropa pada 1988.
Namun, meski tidak memiliki prestasi yang membanggakan, Belanda selalu menyuguhkan permainan yang menarik setiap pagelaran sepakbola internasional.
Filosofi Total Football yang mereka perkenalkan berhasil menyedot ribuan pasang mata di era Johan Cruyff.
Kemajuan sepak bola di Italia erat kaitannya dengan peran Benedito Mussolini. Kala itu, pemimpin Italia yang berpaham fasis tersebut menuntut punggawa timnas untuk memenangi Piala Dunia 1934 atau mereka mati.
Ancaman itu pun terbilang tak sia-sia. Bahkan mereka tak segan untuk menerapkan permainan bertahan dengan menunggu lawan lengah agar dapat mencuri gol atau kemenangan.
Selain berjaya di pentas internasional, Italia juga memilih liga yang terbilang baik, meski sempat diterpa keterpurukan akibat skandal Calciopoli pada 2006.