5 Pemain One Hit Wonders Piala Dunia, Ada yang Dipecat usai Jadi Pahlawan Korsel
3. Salvatore Schillaci
Nama Salvatore "Toto" Schillaci mengejutkan publik dengan penampilan ciamiknya selama empat pekan helatan akbar Piala Dunia 1990. Dia bersinar, ketika Italia memiliki pemain seperti Gianluca Vialli, Roberto Mancini, Roberto Baggio, hingga Andrea Carnevalle.
Toto pun kerap menjadi cadangan. Hanya saja, dia mulai mendapat kepercayaan, ketika pemain lainnya mulai mandul. Permainan fenomenalnya berbuah penghargaan Golden Boot dengan 6 gol dan Golden Ball (pemain terbaik).
Walau demikian, kariernya di level klub tak terlalu bersinar. Setelah sempat membela Juventus, dia pindah ke klub Jepang, Jubilo Iwata, dan menghabiskan kariernya di klub tersebut.
4. Salif Diao
Ladies & gentlemen, we have our winner: @JamieLockwood_! ????
Salif Diao celebrates his 40th birthday today! Here he is scoring vs ???????? in '02 pic.twitter.com/Rb7pqUjuwi— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) February 10, 2017
Salif Diao juga memiliki peran penting saat Senegal membuat Prancis tidak lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2022. Dia juga mencetak gol saat menahan Denmark dan membuat Senegal lolos ke 16 besar.
Sayang, Diap harus keluar dari lapangan di laga melawan Denmark karena mendapat dua kartu kuning. Meski demikian, Liverpool tetap ngebet untuk merekrut gelandang pekerja keras ini.
Namun selama tiga musim di Anfield, dia hanya bermain dalam 37 laga. Salif Diao tidak mampu memperlihatkan penampilannya yang garang di Piala Dunia saat berseragam Liverpool.
Throwback to 2002, when South Korean striker Ahn Jung-hwan was fired by his club Perugia after scoring the goal that eliminated Italy from the World Cup. ???????????????????? pic.twitter.com/BpMia0b2vs— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) October 31, 2019
Ahn Jung-Hwan pernah membuat heboh dunia sepak bersama Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Hal tersebut terjadi ketika Ahn membobol gawang Italia di fase gugur.
Gol yang dicetak Ahn itu menghentikan langkah Italia di turnamen empat tahunan tersebut. Ahn menjadi pahlawan Korsel meski langkah mereka dihentikan oleh Jerman di babak semifinal.
Namun, nasib sial dialami Ahn setelah Piala Dunia 2002 berakhir. Dia dipecat dari Perugia sesuai dengan keputusan sang presiden, Luciano Gaucci.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya