Bukan Mantan Bintang, John Herdman Jelaskan Filosofi Kepelatihannya
Bagi Herdman, kepelatihan sangat erat dengan dunia pendidikan. Setiap proses latihan dipandang sebagai ruang belajar, bukan sekadar rutinitas teknis. “Saya selalu menikmati proses mengajar dan belajar,” katanya.
Pendekatan tersebut membentuk identitas Herdman sebagai pelatih yang menempatkan pengembangan karakter sejajar dengan pencapaian prestasi. “Pada intinya, saya pikir sebagian besar pelatih adalah guru,” ujar Herdman.
Dia menilai tugas pelatih tidak berhenti pada strategi atau taktik pertandingan semata. “Mereka ingin mengajar dan membantu orang menjadi lebih baik dan berkembang,” ucapnya.
Filosofi ini menjadi fondasi dalam seluruh perjalanan karier Herdman, mulai dari level akar rumput, akademi, hingga sepak bola internasional.
Kini, pendekatan edukatif tersebut dia bawa ke Indonesia dengan tujuan membangun mentalitas, karakter, serta kualitas sepak bola nasional secara menyeluruh.
Herdman menekankan proses jangka panjang sebagai kunci utama, bukan sekadar hasil instan, dalam upaya membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Editor: Abdul Haris