De Ligt Norak Perdana Lihat Ronaldo dan Buffon, bak Bocah di Toko Permen

Reynaldi Hermawan ยท Selasa, 14 April 2020 - 14:49 WIB
De Ligt Norak Perdana Lihat Ronaldo dan Buffon, bak Bocah di Toko Permen

Defender Juventus Matthijs De Ligt (kanan) melakukan tos dengan Cristiano Ronaldo pada salah satu laga musim ini. (Foto: The Sun)

TURIN, iNews.id Matthijs De Ligt menceritakan kisah seru saat pertama kali masuk ruang ganti Juventus yang disesaki pemain bintang. Dia mengaku sangat norak seperti halnya anak kecil di toko permen.

De Ligt datang ke Allianz Stadium awal musim ini setelah Si Nyonya Tua membayar 75 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun ke Ajax Amsterdam. Saat itu dirinya masih sangat remaja yakni 19 tahun.

Pemuda asal Belanda itu begitu terkejut ketika perdana masuk ke ruang ganti Juventus yang berisikan pemain top dunia seperti Cristiano Ronaldo dan kiper legendaris Italia Gianluigi Buffon.

“Juventus mengatakan kepada saya ‘Baiklah Anda masih muda. Tapi Anda sudah matang dan bisa menghadapi tekanan. Sulit bagi pemain muda berada di negera lain. Tapi kami yakin Anda bisa menemukan kenyamanan’,” kata De Ligt saat diwawancarai Foot Truk

“Jelas ketika saya datang ke ruang ganti pertama kali. Saya agak seperti anak kecil di toko permen. ‘Ada Buffon, ada Ronaldo’,” ujarnya menambahkan.

Pemain binaan Ajax itu mengakui awalnya kesulitan beradaptasi di Turin. Dia juga sempat menjadi sorotan karena membuat gol bunuh diri saat laga pramusim melawan Inter Milan.

Namun lama-kelamaan. De Ligt mulai menemukan ritme dan bisa mengikuti sepak bola Negeri Pizza. Dia sejauh ini sudah melakoni 27 pertandingan di semua ajang.

“Pada awalnya Anda hanya akan dinilai seperti siapa dia? dia itu siapa? bagaimana permainannya? Tapi setelah dua bulan, saya merasa benar-benar bisa menjadi diri sendiri,” tuturnya.

“Sejak awal semua mata tertuju kepada saya. Apalagi setelah saya mencetak gol bunuh diri. Ada tekanan lebih. Saat pelatihan, saya bermain dengan baik. Tetapi dalam pertandingan masih sedikit adaptasi dengan gaya permainan baru. Pada awalnya itu sulit. Tetapi sedikit demi sedikit saya membaik,” ucapnya.

Editor : Abdul Haris