Dikalahkan Sassuolo, Spalletti Sebut Juventus Terlalu Nafsu Menang
Sementara itu, Nick Woltemade yang masuk sebagai pemain pengganti sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol pada masa tambahan waktu. Namun, sundulan bebasnya justru melebar sehingga Juventus gagal menghindari kekalahan.
Satu-satunya sisi positif bagi Juventus datang dari Zhegrova. Pemain tersebut sebelumnya diperkirakan meninggalkan klub pada musim panas dan belum mencetak gol dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024. Kini, dia langsung membukukan dua gol dalam satu pertandingan.
"Inilah kekuatan Zhegrova, dia menjadi tidak terduga dan tidak terbendung ketika membawa bola melewati pemain lawan. Dia mungkin terlalu lama menahan bola dan tidak cukup cepat mengoper, dengan Kalulu dalam satu situasi menunggu bola, dan dia tidak mengejar pemainnya di sisi sayap. Namun, jika Anda menyerang dan hanya berada di area pertahanan lawan, Zhegrova adalah pemain yang luar biasa," kata Spalletti.
Kekalahan tersebut juga menjadi momen menarik bagi Spalletti karena dia pernah melatih Alberto Aquilani ketika sang pelatih Sassuolo masih menjadi pemain di lini tengah AS Roma. Kini, Aquilani berhasil membawa Sassuolo menundukkan Juventus asuhan Spalletti.
"Aquilani sudah memiliki kualitas ketika dia bermain dan saya mengenali visi tersebut dalam timnya hari ini. Saya tetap mengatakan kami telah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan, tetapi kemudian kehilangan keseimbangan," ujar Spalletti.
Kemenangan 3-2 membuat Sassuolo meraih tiga poin penting, sedangkan Juventus harus mengevaluasi kembali keseimbangan permainan mereka. Bagi Spalletti, agresivitas untuk mengejar kemenangan menjadi modal positif, tetapi ruang kosong di lini belakang menjadi masalah serius yang harus segera diperbaiki.
Editor: Reynaldi Hermawan