Dua Kali Tunduk dari Timnas Indonesia, Ini Perkataan Pelatih Curacao tentang Pratama Arhan

Rilo Pambudi ยท Kamis, 29 September 2022 - 21:16:00 WIB
Dua Kali Tunduk dari Timnas Indonesia, Ini Perkataan Pelatih Curacao tentang Pratama Arhan
Ini perkataan pelatih curacao tentang Pratama Arhan. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

JAKARTA, iNews.id - Ini perkataan Pelatih Curacao tentang Pratama Arhan setelah dilibas Timnas Indonesia di leg kedua FIFA Matchday di Stadion Pakansari pada Selasa, 27 September 2022 malam.

Pada laga kedua tersebut, Timnas Indonesia berhasil kembali mengalahkan Curacao dengan skor 2-1. Gol Timnas Indonesia dicetak Dimas Drajad (3') dan Dendy Sulistyawan (87'). Sedangkan satu-satunya gol Curacao ditorehkan oleh Jeremy Antonisse (47').

Ini adalah kemenangan kedua Tim Garuda setelah sebelumnya sukses memalukan Curacao di leg pertama dengan skor 3-2 pada Sabtu 24 September 2022.

Terkait hal tersebut, Remko Bicentini selaku pelatih Timnas Curacao terpaksa mengakui ketangguhan anak asuh Shin Tae-yong. Pelatih asal Belanda itu juga memuji kehebatan Timnas Indonesia yang berhasil membuat timnya turun peringkat di papan ranking FIFA.

Remko Bicentini Soroti Pratama Arhan

Remko Bicentini dibuat terkesan dengan permainan Arhan. Ia kagum dengan gaya bermain Pratama Arhan yang impresif.

Bicentini menyoroti pergerakan sang pemain yang mampu bermain overlap saat pertandingan berlangsung. Diketahui, dua gol Indonesia di laga pertama tercipta dari assist yang diberikan oleh Pratama Arhan.

Assist pertama dibuat Pratama Arhan melalui lemparan jarak jauh yang berhasil disambar sundulan Fachruddin Aryanto pada menit ke-23. Setelah itu, Pratama Arhan berhasil membuat assist kedua dengan memberikan umpan ke Dimas Drajad sebelum akhirnya dituntaskan dengan backheel pada menit ke-56.

"Arhan adalah pemain yang bagus. Dia dapat melemparkan bola ke dalam dengan baik. Dia juga dapat bermain overlap," kata Bicentini dalam konferensi pers, Rabu (28/9/2022).

Pelatih berusia 54 tahun itu mengakui para pemain Indonesia bermain sangat agresif. Hal itulah yang membuat Curacao akhirnya harus tunduk dua kali setelah jauh-jauh bertandang dari Amerika.

"Kita kalah di dua pertandingan dan kita tahu kenapa kita kalah. Indonesia bermain sangat kuat, sangat menyerang di lapangan, permainan kami tidak bisa keluar,” lanjut Remko Bicentini.

Meski begitu, Bicentini tetap menyebutkan kelemahan yang mesti dibenahi oleh para pemain Asia, khususnya Indonesia. Menurunnya, kekuatan fisik pemain Asia secara keseluruhan masih belum cukup solid dan cukup jauh jika dibandingkan dengan skuad Curacao..

"Banyak pemain asal Asia yang bagus. Mereka memiliki kecepatan yang bagus. Tetapi, jika mereka ingin bermain dengan tempo permainan kami, akan sulit," ujarnya.

"Hal itu tampak dalam beberapa menit pada babak kedua. Mereka terkapar di lapangan dan pertandingan terhenti. Jika hal itu terjadi, mereka harus bermain lebih baik," pungkas Bicentini.

Akibat dua kali kalah atas Indonesia, Curacao harus menerima kenyataan pahit bahwa posisi mereka di ranking FIFA harus turut dua tingkat. Timnas Curacao yang semula berada di posisi 84 FIFA anjlok di urutan ke-86. Sedangkan Timnas Indonesia dipastikan naik 4 tingkay di posisi ke 152 FIFA setelah dua kali menang saat menjamu Curacao.

Editor : Komaruddin Bagja

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda