Fokus Hanya kepada Messi Bisa Jadi Petaka
Terlalu fokus kepada Messi inilah penyakit sebenarnya yang menggerogoti performa Argentina di Rusia. Potensi besar dalam tim ini menjadi redup tak keluar sinarnya. Padahal, di sana bertabur bintang lainya, bukan hanya Messi. Alhasil, permainan Argentina mudah dibaca lawan. Matikan saja pergerakan Messi, maka selesailah tugas mereka.
Sampaoli mungkin perlu belajar dari Arsitek Portugal Fernando Santos memainkan peran Cristiano Ronaldo dalam armadanya. Memang, tak terbantahkan kalau pemain terbaik dunia itu sangat memengaruhi performa tim, namun Santos juga mengantongi rencana B bermain tanpa striker Real Madrid itu.
Kalau Santos tak mempersiapkan situasi tanpa Ronaldo, mungkin Portugal tak akan pernah juara Piala Eropa 2016 lalu. Kala itu, di awal babak pertama, CR7 terpaksa ditarik keluar karena cedera. Tanpa sang bintang yang hanya berteriak dari pinggir lapangan, Seleccao das Quinas mampu menang 1-0 kontra tuan rumah Prancis.
Atau, Sampaoli bisa berguru kepada Ernesto Valverde, pelatih Barcelona saat ini. Di saat Xavi Hernandez hengkang dari Barcelona, kemudian Andres Iniesta musim lalu banyak menepi karena diistirahatkan atau cedera, terbukti Messi tetap bisa memainkan fungsinya dengan baik, setidaknya membawa klub Katalan itu meraih dua titel La Liga dan Copa del Rey. Total, 45 gol dilesakkan La Pulga dari 54 pertandingan musim lalu.
Valverde menempatkan Messi sebagai striker berduet dengan Luis Suarez. Sang bos membagi beban sang bintang dengan pemain lainnya untuk membangun serangan dari tengah.
Sampaoli pun mulai melakukan itu. Pada laga ketiga Piala Dunia 2018 kontra Nigeria, Messi bermain sebagai striker berkolaborasi dengan Gonzalo Higuain. Hasilnya, Messi bisa cetak gol perdananya di Rusia, sekaligus membawa tim Tango menang 2-1 meski dengan susah payah berkat gol Marcos Rojo di menit ke-86.
Melihat ini, Pelatih Prancis Didier Deschamps juga pasang kuda-kuda untuk mengawal pergerakan Messi saat jumpa timnya. Namun, mantan pelatih Juventus itu juga harus menghindari terlalu fokus kepada La Pulga. Sebab, jika itu dilakukannya bisa berakibat petaka saat ada pemain Argentina lain yang mengambil peran Messi sebagai penentu.
Jadi, di sinilah peran penting seorang pelatih. Dia harus mampu memaksimalkan performa bintang andalannya, namun tanpa melupakan potensi pemain-pemain lainnya.
Bagaimana Sampaoli, mampu membantu Messi hapus kutukan di timnas?
Editor: Abdul Haris