Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Drama Bernabeu! Penalti Telat Mbappe Antar Real Madrid Tekuk Rayo Vallecano
Advertisement . Scroll to see content

Hattrick Kylian Mbappe Dianulir, Aturan FIFA Jadi Biang Kekalahan Real Madrid dari Benfica

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:55:00 WIB
Hattrick Kylian Mbappe Dianulir, Aturan FIFA Jadi Biang Kekalahan Real Madrid dari Benfica
Gol hattrick Kylian Mbappe dianulir sesuai aturan IFAB dan menjadi momen krusial kekalahan Real Madrid 2-4 dari Benfica di Liga Champions.. (Foto: UEFA)
Advertisement . Scroll to see content

Aturan IFAB Ungkap Alasan Gol Mbappe Tidak Sah

Real Madrid TV sempat mempertanyakan keputusan wasit secara terbuka saat siaran langsung. “Mengapa gol ketiga Mbappe dianulir oleh wasit? Apa penjelasannya?” ucap komentator RMTV.

Dari tayangan ulang, terlihat Mbappe mengganggu kiper Benfica, Anatoliy Trubin, saat dia berusaha melepaskan bola dari kedua tangannya. Posisi Mbappe yang terlalu dekat dinilai menghambat proses tersebut.

Penjelasan aturan merujuk langsung ke Law 12 IFAB. Tendangan bebas tidak langsung diberikan jika “seorang pemain mencegah kiper melepaskan bola dari tangan atau menendang atau mencoba menendang bola ketika kiper sedang dalam proses melepaskannya”.

Dengan posisi Mbappe hanya berjarak beberapa meter dan terlibat langsung dalam gangguan, keputusan wasit dinilai sesuai regulasi permainan.

Di sisi lain, Benfica di bawah arahan Jose Mourinho menciptakan malam bersejarah. Real Madrid sempat unggul dua kali lewat Mbappe, namun Benfica bangkit melalui dua gol Andreas Schjelderup dan penalti Vangelis Pavlidis hingga berbalik unggul 3-2.

Mourinho sempat mengira skor tersebut cukup untuk lolos. Dia lalu melakukan pergantian pemain demi mengamankan keunggulan sebelum akhirnya menyadari Benfica masih membutuhkan satu gol tambahan.

Nicolas Otamendi didorong bermain lebih maju, lalu Trubin maju ke kotak penalti pada situasi bola mati terakhir. Keputusan berisiko itu terbayar lunas lewat sundulan sang kiper yang memastikan tiket play-off.

Mourinho menjelaskan kebingungan tersebut kepada media.

“Saat saya mengganti António Silva dan Ivanovic, saya tidak tahu apakah skor 3-2 sudah cukup. Saya hanya ingin menutup permainan dan saya pikir itu cukup. Ketika saya diberi tahu kami membutuhkan satu gol lagi, sejujurnya saya kesal. Saya berpikir, ‘Mengapa saya tidak diberi tahu beberapa detik sebelumnya?’” ujarnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut