Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Lengkap Liga Italia: Hajar Lazio, AC Milan ke Puncak Klasemen
Advertisement . Scroll to see content

Ibrahimovic Jadi Predator Mematikan Berkat Pelatih Ini: Saya Diadu dengan Pemain Juara

Senin, 13 Desember 2021 - 17:08:00 WIB
Ibrahimovic Jadi Predator Mematikan Berkat Pelatih Ini: Saya Diadu dengan Pemain Juara
Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic saat beraksi melawan Udinese dalam laga Liga Italia 2021/2022 di Stadion Friuli, Minggu (12/12/2021). (Foto: REUTERS)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, menyebut salah satu pelatih terbaik yang membuatnya menjadi pemain bintang. Menurut Ibrahimovic, pelatih tersebut membuatnya beradu dengan pemain juara di latihan.

Ibrahimovic sudah memperlihatkan diri sebagai pemain juara sejak awal kariernya. Ketika berlabuh di Juventus pada 2004, bakatnya menjadi striker bintang mulai terasah.

Dia mengakui pelatih Juventus saat itu, Fabio Capello telah mengubahnya menjadi predator mematikan di lini depan. Resepnya, Capello membuat Ibrahimovic menghadapi sejumlah pemain berlabel juara di sesi latihan, mulai dari Fabio Cannavaro sampai Gianluigi Buffon.

"Dia (Capello) membuat saya mengerti bagaimana bekerja dengan para juara. Dia tidak ingin dihormati, dia menuntutnya. Ketika saya tiba di Juventus, ada Vieri, Nedved, Cannavaro. Saya bukan siapa-siapa, tetapi ingin menjadi yang terbaik,” kata Ibrahimovic di peluncuran bukunya 'Adrenaline', dikutip dari Football Italia, Senin (13/12/2021).

“Saya biasa berlatih menghadapi Fabio Cannavaro dan Lilian Thuram setiap hari dan ketika saya menggiring bola dengan mereka, saya harus mencetak gol melawan Gianluigi Buffon. Itu adalah sesi latihan hebat yang membuat saya menjadi seperti sekarang ini,” tambahnya.

Pelatih senior Fabio Capello (kiri) memberi saran kepada striker Inter Milan Lautaro Martinez (kanan) untuk tidak pindah klub dalam waktu dekat. (Foto: Daily Mail)
Fabio Capello. (Foto: Daily Mail)

Adapun Ibrahimovic mengaku tidak butuh meraih Ballon dOr. Dia menilai tetap aktif di usia 40 tahun sudah cukup membuktikan kalau dirinya pesepak bola terbaik.

"Ballon dOr adalah hal yang menyenangkan tapi saya tidak membutuhkannya untuk membuktikan bahwa saya yang terbaik," ungkap Ibrahimovic.

Ibrahimovic belum lama ini mencetak rekor. Dalam laga terbaru bersama Milan, dia menggenapkan gol ke-300 di 5 liga top Eropa melawan Udinese. Sejauh ini dia merupakan satu-satunya pemain yang mencapai puncak sejarah menyaingi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut