Jerman Kontra Prancis, Ingatkan Loew dan Deschamps Teror Bom
Kepanikan juga terjadi dari kubu tuan rumah. Meski memenangi pertandingan, Deschamps dan anak asuhnya tak merasa bahagia. “Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana keadaannya di stadion, kami takut, bahkan hingga menitikkan air mata," ujar pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 itu.
Aksi bom bunuh diri pun berlanjut. Setelahnya, adalah di restoran Le Comptoir Voltaire di Boulevard Voltairedi tak jauh dari stadion, tak lama setelah pertandingan usai. Lalu, ledakkan ketiga terjadi di area tempat pertandingan berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.
Selain bom, terjadi pula aksi penembakan kepada para pengunjung restoran di Rue Bichat. Tak hanya itu, mereka juga menyandera para penonton yang memenuhi gedung konser Paris Bataclan. Akibat rangkaian teror ini tercatat 129 orang tewas, 89 di antaranya di teater Bataclan, 352 orang lainnya cedera dalam serangan ini, termasuk 99 korban luka serius.
Daftar korban diatas sudah termasuk sepupu dari Lassana Diara, Asta Diakite yang juga tewas akibat serangan terorisme di tanah kelahirannya. Kala itu mantan Pemain Real Madrid sedang bermain 80 menit untuk Les Bleus.
Belajar dari pengalaman, sistem keamanan pertandingan malam nanti akan lebih diperketat. Saat ini status keamanan di Koeln sedang siaga merah, akibat sepertiga tiket pertandingan belum terjual. Pemerintah setempat menyiasati itu dengan menerjunkan personel keamanan di sekeliling arena stadion.
“Saya percayakan semuanya pada pihak keamanan, nampaknya saya melihat mereka sudah melakukan prosedur keamanan tingkat tinggi" tandas Loew.
Editor: Abdul Haris