Liga Italia

Kalahkan Milan setelah Tertinggal 0-2, Lukaku: Semua Lihat Mentalitas Inter

Abdul Haris ยท Senin, 10 Februari 2020 - 14:30 WIB
Kalahkan Milan setelah Tertinggal 0-2, Lukaku: Semua Lihat Mentalitas Inter

Romelu Lukaku meluapkan kegembiraannya usai menjebol gawang AC Milan pada giornata ke-23 Serie A di Giuseppe Meazza, Senin (10/2/2020) dini hari WIB. (Foto: Sempre Inter)

MILAN, iNews.id – Striker Inter Milan Romelu Lukaku senang timnya bisa menang 4-2 atas AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (10/2/2020) dini hari WIB. Padahal, pada laga giornata ke-23 Serie A itu, I Nerazzurri sempat tertinggal 0-2.

Di babak pertama, Milan memang memulai laga dengan sangat baik. Mereka mampu dua kali menjebol gawang Inter yang menjadi tuan rumah.

Pertama kala assist Zlatan Ibrahimovic diselesaikan jadi gol oleh Ante Rebic pada menit ke-40. Kedua, Ibra sendiri yang mencetak gol memaksimalkan umpan Franck Kessie, enam menit kemudian.

Namun, Inter mampu bangkit di babak kedua. Mereka mencetak dua gol cepat di awal laga setelah turun minum melalui Marcelo Brozovic (51), Matias Vecino (53). Hebatnya, pasukan Antonio Conte malah berbalik unggul setelah mencetak dua gol lagi melalui Stefan de Vrij (70) dan Romelu Lukaku (90+3).

“Babak kedua luar biasa. Saya pikir kami memberi mereka terlalu banyak ruang di babak pertama dan Milan pantas diberi ucapan selamat atas penampilan mereka di babak pertama,” ucap Lukaku kepada Sky Sport Italia.

“Kami bermain dengan level intensitas yang berbeda setelah istirahat dan pada akhirnya kami layak mendapatkannya. Babak pertama sulit bagi kami, tetapi semua orang di stadion melihat mentalitas Inter ini, penolakan kami untuk menyerah dan keinginan kami untuk menang,” ujarnya.

Menurut Lukaku, dengan modal semangat pantang menyerah itulah yang membuat mereka tidak terpuruk dari sisi psikologis saat tertinggal.

“Saya selalu mengatakan, hal terpenting yang saya lakukan adalah bekerja untuk tim. Saya di sini untuk menang, kami menang malam ini dan saya sangat senang. Sekarang kami mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Penampilan agresif Lukaku dinilai jadi salah satu faktor kebangkitan Inter di babak kedua. Namun, pemain yang diboyong I Nerazzurri pada bursa transfer musim panas lalu itu enggan dipuji berlebihan.

“Semua ini berkat rekan tim, pelatih, dan stafnya. Ketika saya tiba di Italia, saya tahu itu adalah liga tersulit bagi seorang striker untuk mencetak gol, tetapi mereka benar-benar membantu saya untuk beradaptasi,” kata Lukaku.

Kemenangan ini membuat Inter berhak naik ke takhta klasemen mengudeta Juventus. Poin kedua tim sama-sama 54, namun, Lukaku dkk unggul selisih gol.

Editor : Abdul Haris