Kasus Pengeroyokan Suporter Indonesia, DPR Menuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Malaysia

Abdul Rochim ยท Rabu, 27 November 2019 - 13:49 WIB
Kasus Pengeroyokan Suporter Indonesia, DPR Menuntut 2 Hal Ini ke Pemerintah Malaysia

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019). (Foto: Abdul Rochim)

JAKARTA, iNews.id - Komisi X DPR RI meminta Pemerintah Malaysia mengawal proses hukum pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap suporter Timnas Indonesia. Selain itu, DPR juga meminta agar Malaysia juga meminta maaf secara terbuka kepada Pemerintah Indonesia.

Kedua tuntutan itu diungkapkan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda setelah menerima audiensi dengan kelompok suporter Timnas Sepak Bola Indonesia di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, Masyarakat Indonesia menunggu dan terus memantau terhadap penyelesaian kasus penganiayaan suporter tersebut. Dia menilai, jika masalah ini tidak diusut tuntas maka ke depan bisa berpotensi menjadi dendam.

“Ini tergantung pada penyelesaian kasus penganiayaan ini di Malaysia. Apalagi ini masih ada suporter kita yang ditahan Kepolisian Malaysia. Kita akan tuntut itu supaya secepatnya dibebaskan. Kita akan pantau terus. Kita akan lihat itikad baik dari pemerintah Malaysia. Kalau penanganannya tidak objektif, kita akan tuntut ini diselesaikan dengan baik,” katanya.

Huda juga melihat permintaan maaf yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq melalui akun Twitter-nya, merupakan cara yang tidak tepat.

”Menyangkut tragedi kekerasan terhadap suporter di Malaysia, tidak tepat kalau permintaan maaf itu disampaikan lewat Twitter. Kita menuntut supaya Pemerintah Malaysia mengajukan permintaan maaf secara terbuka, face to face kepada pemerintah kita,” ujar Huda

Di sisi lain, Komisi X juga akan menindaklanjuti keinginan para suporter agar ada payung hukum bagi suporter, apakah berupa undang-undang baru atau revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional.

”Kami diminta mengajukan UU baru atau revisi UU. Dari 11 RUU yang kami ajukan, di dalamnya kami akan revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional,” tuturnya.

Anggota Komisi X Muhammad Khadafi mengungkapkan pihaknya akan melakukan rapat dengan PSSI, agar ke depan permasalahan suporter bisa dicarikan solusi bersama.

”Ini jumlah korban semakin banyak. Berarti ada permalahan yang harus diselesaikan. Apalagi 2021 kita menjadi tuan rumah Piala Dunia U-21. Bagaimana Indonesia nyaman sebagai tuan rumah dan negara-negara lain punya kesan bagi Indonesia. Kita harapkan tim-tim dunia kembali main di Indonesia,” ucapnya.

Editor : Haryo Jati Waseso