Kenapa Cristiano Ronaldo Tinggalkan Real Madrid? Ini Kisahnya
Madrid pun tidak salah melakukan itu. Yang ada dibenak Presiden Madrid Florentino Perez adalah masalah untung-rugi. Mendapatkan 100 juta euro untuk pemain 33 tahun menjadi pilihan yang cukup menggiurkan. Apalagi di saat kontraknya menyisakan dua tahun lagi.
Sejak 2016, Perez seperti membuka lapak penjualan Ronaldo. Sang bos memilih bersiap mencari calon ikon baru yang lebih segar dan lebih menjanjikan ke depannya seperti Neymar Jr. Jadi, penjualan CR7 bisa dibilang langkah bisnis yang tepat ketimbang melihat dia pensiun dalam dua tahun ke depan.
Namun, menjual Ronaldo yang sudah menghadirkan banyak trofi jelas tak mudah juga buat Perez. Maka dari itu, dia menyeret pemahaman bahwa ini adalah kemauan sang bintang sendiri.

Dari perspektif lain, bukan sekadar masalah bisnis saja yang dipikirkan Perez, namun juga tim. Dengan menyingkirkan Ronaldo, maka dia akan lebih fleksibel membangun skuat gugusan bintang baru yang lebih segar. Ingat, sang presiden punya riwayat panjang dalam menghadirkan bintang-bintang nomor wahid ke Santiago Bernabeu.
Lalu, bagaimana dengan Juventus? Tentu, Si Nyonya Tua tidak perlu Ronaldo untuk sekadar memenangkan scudetto Serie A mengingat tujuh titel beruntun yang mereka dekap selama ini. Menjuarai Liga Champions mungkin itu kepentingan lain dari kehadiran CR7 di Allianz Stadium. Tapi, bukan itu yang utama, karena klub Turin itu juga mampu dua kali melangkah ke final dalam empat tahun terakhir.
Dengan melabuhkan Ronaldo, Juventus melakukan lompatan jauh yang sangat penting dalam hal pendapatan komersial. Mereka ingin bergabung dengan empat klub sekelas Madrid, Manchester United, Barcelona dan Bayern Muenchen dalam hal sponsorship, dan kapten Portugal itu adalah figur yang tepat untuk menaikkan nilai jual klub.
Menghadirkan Ronaldo adalah spekulasi Juventus dalam mengelola dananya. Masuknya CR7 jelas akan menaikkan biaya harian mereka dengan mempertimbangkan biaya transfer, gaji dan lain sebagainya.
Namun, masuknya Ronaldo juga akan mengundang pertumbuhan ekononi yang lebih besar. Yang paling sederhana adalah bakal lebih mengundang minat suporter untuk datang ke stadion. Sponsorhip yang lebih besar juga dipercaya bakal antre.

Untuk menyeimbangkan pengeluaran, Juventus juga telah melepas para veteran bergaji tinggi seperti kiper Gianluigi Buffon, Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner. Ke depannya, Si Nyonya Tua bisa jadi bakal melepas asetnya yang lain seperti Paulo Dybala atau Miralem Pjanic.
Untuk Serie A, tidak diragukan lagi, kedatangan Ronaldo bak anugerah dari langit. Popularitas mantan pemain Manchester United itu diyakini akan mengangkat nama liga yang belakangan tertinggal dengan negara Eropa lainnya seperti Inggris, dan Spanyol.
Sementara buat La Liga, jelas ini adalah sebuah gempa. Sebab, mereka bakal kehilangan rivalitas kuat antara Ronaldo dan ikon Barcelona Lionel Messi yang selama ini jadi jualan utama.
Intinya, perpindahan Ronaldo jadi pertaruhan banyak pihak, bukan hanya untuk si pemain semata. Lalu, spekulasi siapa yang bakal menemukan keuntungan besar seperti yang diharapkan? Let’s wait and see.
Editor: Abdul Haris