Krioterapi, Terapi Es Ala Cristiano Ronaldo untuk Jaga Kebugaran
JAKARTA, iNews.id – Striker Juventus Cristiano Ronaldo masih tajam di usianya yang sudah menginjak 35 tahun. Tentu CR7 punya cara jitu untuk menjaga kebugarannya di usia senja.
Selain berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan bernutrisi, Ronaldo juga kerap melakukan krioterapi. Kegiatan tersebut bermanfaat untuk menjaga ototnya tetap prima dan mempercepat proses pemulihan cedera.
Terbukti Ronaldo memang jarang diterpa cedera panjang sepanjang kariernya. Hingga kini Kapten Timnas Portugal itu masih kerap diandalkan Si Nyonya Tua untuk jadi starter di lini serang dan sudah mencetak 21 gol dari 22 penampilan di Serie A.
Menteri Jepang Sebut Virus Korona Kutukan Siklus 40 Tahun Olimpiade
Bagaimana langkah-langkah krioterapi?
Biasanya atlet memasuki ruangan berbentuk kapsul atau bak bersuhu -100 derajat celcius. Seluruh anggota tubuh kecuali kepala biasanya didinginkan menggunakan bantuan cairan nitrogen.
Chelsea Berencana Rekrut Philippe Coutinho dari Bayern Muenchen
Udara dingin nantinya akan mempercepat pelarutan timbunan asam laktat (dicirikan dengan rasa pegal-pegal) dalam otot yang terbentuk setelah melakukan latihan berat atau pertandingan.
Karena itu, krioterapi bagus dilakukan pascalatihan, pertandingan atau pemain bersangkutan sedang cedera. Terapi serupa juga pernah dilakukan Timnas Indonesia U-19 arahan Indra Sjafri pada 2013 dan Timnas Indonesia Indonesia U-16 saat ini besutan Bima Sakti.
Tapi mereka punya cara yang berbeda dengan Ronaldo. Jika CR7 mendinginkan tubuhnya menggunakan alat, para pemain Indonesia mengakalinya dengan berendam air es di sebuah kolam renang.
Apa manfaat krioterapi?
Banyak manfaat yang bisa diambil dari terapi es yaitu mempercepat pemulihan tubuh, membantu pemulihan cedera, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sirkulasi darah serta enegri dan kekuatan. Terakhir bermanfaat pula untuk mengatasi kelelahan, pegal dan nyeri.
Krioterapi dianggap sudah banyak membantu atlet dalam pemulihan otot. Selain pesepak bola, ada olahragawan lain yang sudah menerapkannya seperti pemain NBA LeBron James, Paula Radcliffe (maraton), dan beberapa atlet UFC.
Editor: Abdul Haris