Lionel Messi Pensiun, Ini Kisah Dramatis 10 Tahun Lalu saat La Pulga Nyaris Tinggalkan Argentina
Stadion yang pernah menjadi saksi Messi menangis dan menyatakan pensiun akhirnya menjadi panggung penutup perjalanan internasionalnya.
Setelah Piala Dunia 2026 berakhir, masa depan Messi bersama tim nasional kembali menjadi tanda tanya. Kematian ayahnya, Jorge, hanya tiga pekan setelah final turut menjadi salah satu titik emosional dalam perjalanan sang megabintang.
Kini, keputusan Messi tampak final. Pada usia 39 tahun, peluang dia kembali memperkuat Argentina sangat kecil.
Meski demikian, sepak bola Argentina masih berpeluang memberikan satu panggung terakhir untuk sang legenda. Penulis sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menilai federasi sepak bola Argentina dapat menggelar pertandingan perpisahan resmi untuk Messi di Buenos Aires.
Jika pertandingan perpisahan itu benar-benar terjadi, perjalanan Messi bersama Argentina akan berakhir dengan cerita yang nyaris tidak pernah sampai pada babak terakhir.
Sepuluh tahun lalu, dia meninggalkan MetLife Stadium dengan keyakinan karier internasionalnya sudah selesai. Kini, dia meninggalkan panggung yang sama sebagai pemain terbesar dalam sejarah Argentina menurut banyak penilaian, pemilik rekor gol dan penampilan terbanyak, serta kapten yang akhirnya memberikan negaranya trofi Piala Dunia.
Keputusan yang dulu terlihat sebagai akhir justru menjadi titik balik. Setelah mengatakan cukup, Messi kembali. Setelah bertahun-tahun dikritik, dia menjawab dengan trofi. Dan setelah hampir menyerah pada Argentina pada 2016, dia menutup perjalanan internasionalnya dengan status sebagai legenda yang sulit digantikan.
Editor: Reynaldi Hermawan