Liverpool Temukan Pengganti Alexis Mac Allister, Tapi Harus Siapkan Rp1,78 Triliun
Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi Wharton dinilai memiliki profil yang cocok untuk menjadi penerus jangka panjang Mac Allister di lini tengah Liverpool. Gelandang Inggris itu dikenal sebagai salah satu pemain Premier League yang menonjol dalam peran pengatur permainan dari area dalam.
Statistik musim lalu turut memperkuat daya tarik Wharton. Berdasarkan data FotMob, dia rata-rata mencatat 8,26 umpan pemecah garis per 90 menit, 0,26 expected assists (xA), serta 1,55 peluang yang diciptakan setiap pertandingan di Premier League.
Mac Allister mencatat angka lebih rendah dalam tiga kategori tersebut. Dia menghasilkan rata-rata 6,19 umpan pemecah garis, 0,06 xA, dan 1,18 peluang yang diciptakan per 90 menit.
Perbandingan tersebut menunjukkan Wharton memiliki kontribusi lebih besar dalam mengalirkan bola ke area depan. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi Liverpool setelah mereka dinilai kesulitan mengontrol pertandingan dari lini tengah dalam beberapa kesempatan.
Wharton juga memiliki statistik defensif yang lebih menonjol. Dia rata-rata mencatat 5,8 recovery bola dibandingkan 3,79 milik Mac Allister serta 10,78 kontribusi defensif berbanding 7,78.
Keunggulan Wharton tidak hanya terletak pada kemampuan mengatur tempo permainan. Usianya yang baru 22 tahun juga membuat dia masih memiliki ruang besar untuk berkembang jika Liverpool benar-benar mengambil langkah untuk merekrutnya.
Jika Mac Allister akhirnya meninggalkan Anfield, Liverpool memiliki opsi untuk mengalihkan perhatian kepada Wharton. Namun, rencana tersebut tidak akan murah karena Crystal Palace telah memasang banderol setidaknya 75 juta pounds atau sekitar Rp1,78 triliun.
Editor: Reynaldi Hermawan