Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu
"Dalam situasi yang penuh tekanan secara emosional ini, saya memperoleh sertifikat vaksinasi alih-alih mencari jawaban atas pertanyaan saya yang belum terjawab melalui jalur yang benar," tuturnya.
"Hari ini, saya melihat dengan jelas jika tindakan tersebut bukan langkah yang tepat. Itu adalah sebuah kesalahan. Saya minta maaf. Saya bertanggung jawab atas keputusan tersebut, akan menghadapi proses untuk mengklarifikasi fakta, dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang."
Kasus tersebut bermula dari penyelidikan terhadap seorang dokter perempuan di Lucerne yang diduga menerbitkan sertifikat vaksinasi tanpa memberikan vaksin kepada penerimanya. Dokter tersebut membantah tuduhan tersebut.
Kepolisian Swiss sebelumnya menggeledah klinik dokter tersebut pada 2023 dan menyita sejumlah barang bukti. Penyelidikan kemudian mencakup sejumlah orang yang diduga memperoleh sertifikat Covid-19 secara tidak sah, termasuk Xhaka.
Kantor Kejaksaan Kanton Lucerne menyatakan penyelidikan dilakukan untuk menentukan apakah terdapat tindakan yang relevan secara pidana terkait kemungkinan memperoleh sertifikasi palsu dan/atau pemalsuan dokumen. Proses hukum masih berjalan sehingga status Xhaka dalam perkara tersebut harus dibedakan dari putusan pengadilan.