Mbappe Minta Maaf soal Mao Zedong, China Tetap Boikot Siaran Real Madrid
Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Selasa. Dia mengakui komentarnya tidak dipertimbangkan dengan baik dan menyadari ucapannya telah melukai perasaan masyarakat China serta komunitas China di berbagai belahan dunia.
“Komentar saya tidak dipertimbangkan dengan baik, dan sekarang saya memahami jika hal itu menyakiti banyak orang di China serta komunitas China di seluruh dunia,” ujar Mbappe.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan menerima permintaan maaf Mbappe secara serius. Real Madrid dan pihak Liga Spanyol juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi tersebut.
Namun, pengakuan atas permintaan maaf itu belum membuat China Media Group mencabut penghentian siaran. Lembaga tersebut juga belum memberikan penjelasan mengenai berapa lama pembatasan tayangan Liga Spanyol akan berlangsung.
Sensitivitas publik China terhadap lelucon Mbappe tidak terlepas dari posisi Mao Zedong dalam sejarah negara tersebut. Mao merupakan tokoh yang memimpin Partai Komunis China meraih kemenangan dalam perang saudara sekaligus mendirikan Republik Rakyat China.