Media Prancis Kritik Keras Permainan Lionel Messi: Loyo dan Tak Punya Magis Lagi
PARIS, iNews.id- Penampilan Lionel Messi bersama Paris Saint-Germain (PSG) mendapat kritikan keras dari media prancis, salah satunya Le Parisien. Mereka menyebut Messi sudah tak berpengaruh ke permainan tim.
Sejak bergabung dengan PSG pada bursa transfer musim panas 2021, Lionel Messi belum menunjukkan sihirnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia. Dari tiga laga bersama PSG, Messi belum mencetak satu gol pun.
Messi seolah hanya pemain sepak bola biasa-biasa saja saat bermain di PSG. Padahal, tandemnya di lini depan merupakan yang terbaik di dunia ada Neymar, Kylian Mbappe, Mauro Icardi hingga Angel de Maria.
Namun realita yang tersaji justru tak seindah harapan. Sejauh ini ketiga pemain tersebut sudah tampil bersama sebagai starter sebanyak dua kali. Hasilnya, hanya satu gol dari Neymar itupun dari tendangan penalti.
Main di Posisi Seperti Sang Ayah, Romeo Beckham Debut Jadi Pesepak Bola Profesional
Lebih buruk lagi, Messi justru menjadi sorotan lantaran ngambek di pertandingan terakhir. Saat PSG menghadapi Olympique Lyon dalam lanjutan Liga Prancis 2021-2022 akhir pekan lalu, Messi nampak marah dengan sang pelatih, Mauricio Pochettino, kala dirinya ditarik keluar.
Kabar Baik! Hulk Segera Punya Anak dari Wanita yang Dulu Keponakan Mantan Istri
Hal itu diketahui karena Messi menolak berjabat tangan dengan Pochettino. Kondisi ini membuat La Pulga dikritik oleh surat kabar lokal, Le Parisien.
Mereka menyebut Messi sangat loyo. Dia juga sudah tak terlihat memiliki pengaruh lagi di lapangan.
Tarik Keluar Lionel Messi Lebih Cepat di Laga Kontra Lyon, Pochettino Beri Alasannya
"Waktunya di Paris akan lebih rumit dari yang diperkirakan," analisis surat kabar Le Parisien, dikutip Marca, Selasa (21/9/2021).
"Messi layu. (Menundukkan) kepalanya lebih rendah dan lebih rendah, dia berjalan dan tidak lagi mempengaruhi permainan," tulis surat kabar itu.
Higuain Curhat Sisi Kelam Main di Real Madrid: Pusing Setim Benzema, Ronaldo dan Kaka
Editor: Ibnu Hariyanto