Ogah Terjebak Nostalgia, Olivier Giroud Siap Hancurkan Arsenal jelang Pensiun
Di sisi lain, Arsenal masih menghadapi persoalan dalam menentukan ujung tombak. Viktor Gyokeres direkrut dengan nilai transfer 64 juta poundsterling pada musim panas sebelumnya, tetapi belum mendapatkan banyak kesempatan bermain sejak awal musim.
Dari enam pertandingan pertama Arsenal, Gyokeres belum pernah menjadi starter dan hanya tampil tiga kali sebagai pemain pengganti. Situasi tersebut kontras dengan penampilannya bersama tim nasional Swedia, ketika dia mencetak empat gol secara beruntun selama jeda internasional.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, masih memilih Kai Havertz sebagai penyerang tengah meski pemain asal Jerman itu bukan penyerang nomor sembilan alami.
Havertz mengawali musim dengan mencetak gol di Community Shield, lalu menambah dua gol di tiga pertandingan awal Liga Inggris. Namun, setelah periode tersebut, produktivitas golnya menurun dan Bukayo Saka menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal untuk sementara.
Kondisi Gyokeres juga menjadi sorotan karena dia merupakan pencetak gol terbanyak Arsenal pada musim sebelumnya dengan 21 gol. Meski belum memperoleh banyak kesempatan di klub barunya, penyerang Swedia itu tetap memiliki rekam jejak sebagai pencetak gol yang produktif.
Giroud sendiri pernah mengalami masa ketika kemampuannya diragukan. Mantan pelatihnya di Grenoble, Mehmed Bazdarevic, bahkan pernah menilai dia belum memiliki kualitas untuk bermain di Ligue 2. Namun, Giroud kemudian membangun karier panjang di level tertinggi, termasuk menjadi salah satu pencetak gol terpenting dalam sejarah timnas Prancis.
Kembalinya Giroud ke Emirates pada musim terakhirnya sebagai pemain profesional menjadi salah satu cerita menarik menjelang laga Lille kontra Arsenal. Dengan pengalaman, kekuatan fisik, dan rekam jejak golnya, striker veteran tersebut tetap memiliki potensi merepotkan pertahanan The Gunners.
Editor: Reynaldi Hermawan