Pelatih Timnas Indonesia Wajib Libatkan Juru Taktik Lokal, Ini Tujuannya
Menurut Sumardji, keterlibatan pelatih lokal dalam tim kepelatihan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan utama untuk keberlanjutan pengembangan sepak bola Indonesia. Dia menegaskan bahwa pelatih baru Timnas Indonesia wajib membuka ruang selebar-lebarnya bagi asisten lokal agar bisa menyerap ilmu dan pengalaman dari pelatih senior.
“Oh iya pasti dong itu (ada kesempatan untuk pelatih lokal) harus karena kan yang kita butuhkan ini adalah transfer ilmu dari pelatih senior kepada asisten lokal,” tutur Sumardji kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Stadion Madya, Senayan, Jakarta pada Rabu (26/11/2025) kemarin.
Sumardji menilai, peran pelatih lokal yang belajar langsung dari pelatih asing terbukti membawa dampak positif dalam beberapa periode sebelumnya. Dia mencontohkan bagaimana posisi dan peran Nova Arianto saat bekerja bersama pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), di lingkungan Timnas Indonesia telah menunjukkan hasil yang nyata.
“Itu penting sekali dan kita tidak bisa tidak kita pungkiri loh ya dengan sekarang adanya Coach Nova (Arianto) itu kan buah daripada ketekunan Coach Nova belajar bersama-sama dengan pelatih STY. Kan itu kan tidak bisa kita pungkiri dan itu fakta loh,” sambung pria berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) itu.
Seperti disampaikan Sumardji, transfer ilmu yang terjadi saat Shin Tae-yong memimpin tim dan Nova Arianto menjadi bagian dari staf kepelatihannya dinilai sebagai contoh sukses. Dari proses tersebut, Nova tidak hanya berperan sebagai asisten, tetapi juga berkembang menjadi pelatih yang dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar di level usia muda.
Diketahui, Nova Arianto kemudian dipercaya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Di bawah kepemimpinan dia, Garuda Asia mampu mencatat prestasi penting dengan lolos ke Piala Dunia U-17 tanpa mengandalkan keistimewaan status tuan rumah. Capaian tersebut menegaskan nilai nyata dari proses transfer ilmu yang sebelumnya ditekankan Sumardji.