Rahasia Timnas Spanyol Jadi Juara Piala Dunia 2026, Bukan Sekadar Bakat tapi Sistem Akademi
Model pembinaan Spanyol juga menghasilkan pemain yang mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan. Hal itu terlihat dari perbedaan karakter antara tim juara Eropa 2024 dan tim juara dunia 2026.
Jika tim juara Eropa lebih mengandalkan permainan langsung dan transisi cepat, tim juara dunia 2026 tampil dengan pendekatan penguasaan bola dan konektivitas antarpemain.
Kemampuan pemain yang sama dalam menjalankan dua gaya berbeda menjadi bukti sistem akademi Spanyol tidak hanya mencetak pemain berbakat, tetapi juga pemain yang lengkap secara teknis dan taktis.
Melalui Youth Academy Plan bersama 42 klub profesional, LALIGA terus memperkuat sistem pembinaan dengan fokus pada metodologi, fasilitas, perlindungan pemain, pendidikan ganda, hingga transisi menuju sepak bola profesional.
Strategi tersebut diperkuat melalui sertifikasi AENOR-LALIGA yang mencakup 66 indikator evaluasi untuk memastikan standar akademi klub terus meningkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, model pembinaan Spanyol juga mulai diterapkan secara global melalui kerja sama dengan berbagai negara seperti Irak, China, Vietnam, dan Peru.
Editor: Abdul Haris