Ramang hingga Tan Liong Houw, Buku Para Pionir Ungkap Sejarah Timnas Indonesia
Bagi kedua penulis, arsip bukan sekadar peninggalan masa lalu. Catatan tertulis tersebut menjadi bahan penting untuk memahami bagaimana sebuah tim nasional dibangun, termasuk tantangan dalam mempersiapkan pemain dan membentuk kekuatan di tengah keterbatasan pada masa itu.

Salah satu bagian penting dalam buku ini adalah peran pelatih asing dalam perkembangan Timnas Indonesia. Nama Choo Seng Quee, pelatih asal Singapura yang menangani tim pada awal dekade 1950-an, menjadi salah satu sosok yang dibahas, termasuk dalam konteks keikutsertaan Indonesia di Asian Games 1951.
Selain Choo Seng Quee, buku tersebut mengangkat Antun Pogačnik, pelatih asal Yugoslavia yang berperan dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Namanya dikaitkan dengan pencapaian medali perunggu Timnas Indonesia pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang.
Dalam diskusi peluncuran buku, kisah perekrutan Pogačnik turut disorot. Proses tersebut melibatkan Ketua Umum PSSI saat itu, Maladi, serta bantuan Presiden Soekarno karena Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Yugoslavia. Pogačnik disebut memiliki keyakinan terhadap potensi sepak bola Indonesia.
Perjalanan para pelatih tersebut tidak terlepas dari kontribusi para pemain yang memperkuat Timnas pada masanya. Selain Ramang dan Maulwi Saelan, terdapat nama Aang Witarsa, Tan Liong Houw, Ashari Danu, Rukma Sujana, hingga Van der Vin yang menjadi bagian dari sejarah tim nasional.