Resmi! Persib Vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat, Bobotoh Dilarang Datang!
BANDUNG, iNews.id - Persib Bandung memindahkan laga preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 melawan Manila Digger FC dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Senin, 31 Agustus 2026.
Perubahan venue tersebut dilakukan setelah manajemen Persib mempertimbangkan kondisi terkini rumput GBLA yang masih menjalani proses pemeliharaan dan pemulihan. Persib memilih tidak memaksakan penggunaan GBLA demi menjaga kesiapan stadion untuk agenda kompetisi sepanjang musim 2026/2027.
Keputusan itu juga berkaitan dengan persiapan Persib menghadapi kompetisi Indonesia Super League 2026/2027. Setelah menghadapi Manila Digger, Persib dijadwalkan menjalani pertandingan Super League melawan PSM Makassar pada 6 September mendatang.
Manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) menilai Stadion Si Jalak Harupat menjadi pilihan paling tepat untuk pertandingan melawan klub asal Filipina tersebut. Langkah ini sekaligus memberikan waktu lebih panjang bagi GBLA untuk menjalani pemeliharaan secara optimal.
Persib tidak ingin menggunakan GBLA ketika kondisi rumput masih dalam tahap pemulihan. Klub ingin memastikan stadion tersebut berada dalam kondisi terbaik saat kembali menjadi kandang Persib di empat kompetisi musim 2026/2027.
“Bagi kami, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027. Kami ingin GBLA dapat menjadi rumah Persib yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi," tulis Persib di laman resmi.
Manajemen Persib juga menyadari GBLA memiliki kedekatan emosional dengan tim Pangeran Biru dan Bobotoh. Karena itu, perpindahan venue tidak dipandang sebagai keputusan untuk satu pertandingan saja, melainkan bagian dari strategi menjaga kesiapan kandang Persib sepanjang musim.
“Kami percaya bahwa memberikan waktu yang cukup bagi proses pemeliharaan GBLA merupakan langkah yang tepat agar stadion ini siap digunakan secara optimal untuk kompetisi Super League.”
Persoalan Persib pada laga melawan Manila Digger tidak berhenti pada perpindahan stadion. Pertandingan preliminary ACL Two 2026/2027 tersebut juga akan berlangsung tanpa penonton.
Kondisi itu merupakan bagian dari pelaksanaan sanksi disipliner AFC setelah insiden pada pertandingan ACL Two musim sebelumnya antara Persib dan Ratchaburi FC di GBLA. Dengan demikian, Bobotoh tidak dapat menyaksikan langsung perjuangan Persib menghadapi Manila Digger dari tribun Stadion Si Jalak Harupat.
“Persib menghormati keputusan dan regulasi AFC yang berlaku serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan pertandingan. Pertandingan tanpa penonton tentu bukan kondisi yang kami harapkan, karena dukungan langsung Bobotoh selalu memberikan energi yang luar biasa bagi tim. Namun, kami akan menjalankan ketentuan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan.”
Meski tidak dapat datang ke stadion, Bobotoh tetap diminta memberikan dukungan positif kepada Persib. Dukungan tersebut dinilai tetap penting bagi tim dalam perjuangan membawa nama Bandung di kompetisi Asia.
“Manajemen PT PBB memahami Bobotoh selalu ingin berada di sisi tim, terutama ketika Persib bertanding di level Asia. Kali ini situasinya berbeda, tetapi dukungan tetap dapat diberikan dengan cara yang positif. Kami berharap Bobotoh terus memberikan energi terbaik bagi tim dan bersama-sama menjaga nama baik Persib.”
Persib tetap membidik performa maksimal saat menghadapi Manila Digger. Perubahan venue dan absennya penonton tidak boleh mengganggu fokus tim untuk meraih hasil terbaik sekaligus memperjuangkan tiket menuju fase berikutnya ACL Two 2026/2027.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Persib untuk membuktikan kesiapan di level Asia. Tim tetap dituntut bermain penuh tanggung jawab, mematuhi regulasi AFC, serta membawa nama Persib, Bandung, dan Indonesia dalam persaingan kompetisi antarklub Asia.
Editor: Reynaldi Hermawan